Komdis PSSI Serahkan Penanganan Penyerangan Bus Persib EPA ke Polisi

Ketua Komdis PSSI Umar Husein menyatakan kasus penyerangan bus Persib U-18 dan serangan terhadap The Jakmania Cikampek merupakan ranah kepolisian.

oleh Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 14 Oktober 2026, 17:06 WIB
Pelaku perusakan bus suporter Persib disergap polisi dibawa ke Mapolresta Barang. (Liputan6.com/Arief)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Umar Husein, menyatakan penyerangan terhadap bus Persib Bandung U-18 dan insiden yang menimpa suporter The Jakmania Cikampek menjadi ranah kepolisian.

Umar memberikan respons atas dua peristiwa terpisah itu. Pertama serangan terhadap bus Persib dilakukan suporter Persija, The Jakmania, yang baru kembali dari perjalanan ke Bantul, Yogyakarta. Kemudian pelemparan terhadap bus The Jakmania Cikampek datang dari orang tidak dikenal (OTK) ketika rombongan pulang dari Bantul.

"Pidana biasa, cuma yang melakukan suporter," ujar Umar Husein ketika dihubungi Bola.com, Rabu (14/10/2026).


Aturan Kode Disiplin PSSI 2025

Bus Persib U-18 Diserang di Batang (Foto: Arief/Liputan6.com)

Komite Disiplin PSSI merujuk Kode Disiplin PSSI 2025 dalam menentukan sanksi. Menurut penjelasan yang dipakai Komdis, ketentuan tentang tingkah laku buruk penonton dalam Pasal 70 tidak otomatis bisa diterapkan pada kejadian di luar area stadion.

Definisi wilayah yang dapat dikenai sanksi oleh Komdis disebutkan jelas: "garis batas sisi luar perimeter ring 1 dan ring 2 stadion sampai dengan batas pagar sisi terluar dari stadion". Karena kedua kejadian itu terjadi di jalan, Komdis menilai aturan tersebut tak menjerat.

"Kecuali terjadi dalam satu pertandingan di dalam stadion atau dalam perimeter stadion, itu baru ranah Komdis. Ini di jalan," ucap Umar Husein.


Penjelasan Umar Husein

Bus Persib U-18 Diserang di Batang (Foto: Arief/Liputan6.com)

Umar mempertanyakan motif di balik penyerangan bus Persib dan serangan terhadap rombongan The Jakmania Cikampek, sekaligus mendukung penindakan aparat kepolisian terhadap pelaku.

"Cuma ngawur. Menunjukkan rendahnya peradaban suporter kita. Tidak jelas dia itu mau mendukung, mau apa. Menyerang orang kan tidak benar," ucap Umar Husein.

"Mengapa begitu? Apa tujuannya? Masa ekspresi cinta dia sama pendukung dilampiaskan dengan menyerang lawan?"

Umar juga menegaskan sikap terhadap klub yang anggotanya terlibat. "Itu menurut saya. Dari klub yang menyerang tidak usah dilindungi. Tidak usah dibantu yang begitu-begitu itu. Buang, kalau perlu coret."

Dia menambahkan bahwa aparat harus bertindak tegas dan pihak klub perlu bertanggung jawab secara etika, termasuk mengganti kerugian dan, bila perlu, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

"Satu, ya. Aparat harus tegas. Ketiga, klub yang menyerang ini hendaknya, bertanggung jawab secara etika. Walaupun diproses hukum, mesti diganti apa yang rusak, yang sakit, yang ini mesti. Bahkan, kalau perlu, terbuka meminta maaf," jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya