Liputan6.com, Jakarta - Emil Audero membeberkan alasan di balik keputusannya menolak menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), sebelum akhirnya memilih membela Skuad Garuda.
Keluarga menjadi faktor utama. Namun, Audero kini merasa bahagia dengan jalan yang diambil.
Advertisement
"Saya tidak menerimanya saat itu karena situasi keluarga. Kemudian saya ingin mencoba pengalaman baru dan melihat sepak bola di luar Eropa," kata Emil Audero dalam wawancara dengan Gianluca Di Marzio.
Pengalaman membela Indonesia kini menjadi bagian penting dalam perjalanan karier kiper berusia 29 tahun tersebut.
Emil berharap Timnas Indonesia bisa berkembang menjadi kekuatan yang diperhitungkan di level internasional dalam satu dekade mendatang.
"Dalam 10 tahun ke depan, saya ingin melihat Indonesia menjadi tim yang mampu merepotkan tim-tim nasional Eropa," ujarnya.
Latar Belakang Dan Awal Keputusan
Emil lahir di Lombok, Nusa Tenggara Barat, 18 Januari 1997. Ayahnya, Edy Mulyadi, berasal dari Indonesia, sedangkan ibunya, Antonella Audero, merupakan warga Italia.
Kendati memiliki darah Indonesia dan lahir di Indonesia, Emil tidak langsung menerima kesempatan untuk memperkuat Timnas Indonesia. Pada Mei 2024, ia masih menyatakan fokus menjalani karier di Italia sekaligus menepis spekulasi mengenai kemungkinan bergabung dengan Skuad Garuda.
Saat itu, Emil masih memiliki perjalanan panjang bersama tim nasional kelompok umur Italia; ia pernah memperkuat Italia U-15, U-16, U-17, U-18, U-19, U-20, hingga U-21.
Emil akhirnya memutuskan menerima kesempatan membela Indonesia dan resmi menjadi WNI setelah mengucapkan sumpah kewarganegaraan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Roma, 10 Maret 2025.
"Ayah saya orang Indonesia, ibu saya orang Italia, dan saya lahir di Indonesia. Saya merasa memiliki akar yang kuat di sana," tutur Emil.
Debut Hingga Gelar ASEAN Cup
Perjalanan Emil bersama Skuad Garuda dimulai pada 5 Juni 2025 ketika ia menjalani debut melawan China pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 di Jakarta; Indonesia memenangi pertandingan tersebut.
Setelah melewati proses adaptasi bersama tim nasional, Emil turut merasakan keberhasilan meraih gelar FIFA ASEAN Cup 2026.
Dalam pertandingan final melawan Thailand pada 5 Oktober 2026, ia menggagalkan tendangan pemain lawan dan membantu Indonesia meraih gelar juara.
Gelar tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi Emil sejak memutuskan membela Timnas Indonesia.
"Saya sangat senang dengan pilihan yang saya buat. Pengalaman seperti ini memberikan banyak hal, baik secara pribadi maupun dalam hal sepak bola," jelasnya.