Salam Komando Akhiri Bentrokan di Bulungan

Bentrokan anggota satpol pp dan buruh itu berakhir damai. Korban mencabut laporan polisi setelah kedua belah pihak menjalani mediasi difasilitasi kepolisian.

oleh Zahraa DevanaDiterbitkan 14 Oktober 2026, 15:35 WIB
Anggota satpol pp dan buruh bentrok di bulungan salam komando tanda berdamai. (liputan6.com/zahraa devana).

Liputan6.com, Jakarta - Kasus dugaan pengeroyokan terhadap anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) oleh pekerja proyek di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, berakhir damai. Korban telah mencabut laporan polisi setelah kedua belah pihak menjalani mediasi difasilitasi Polsek Kebayoran Baru.

Kapolsek Kebayoran Baru, AKBP Nugrahadi mengatakan, mediasi antara korban dan pihak pekerja proyek telah dilakukan pada Senin (12/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

"Itu dari korbannya sudah cabut laporan. Kemarin mereka berdamai, mediasi di Polsek, kita fasilitasi," kata Nugrahadi saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).

Anggota satpol pp dan buruh bentrok di bulungan salam komando tanda berdamai. (liputan6.com/zahraa devana).

Nugrahadi menjelaskan, dalam proses mediasi tersebut, perwakilan pihak pekerja proyek juga membahas biaya pengobatan korban. Perdamaian kedua belah pihak juga ditandai saling salam komando di kantor kepolisian.

"Yang jelas biaya pengobatan dan segala macam dari perwakilannya ada yang mediasi sama mereka, sama korban, didampingi kita juga," ujar dia.

Saat ditanya mengenai kelanjutan penanganan perkara setelah laporan dicabut, Nugrahadi menyatakan kasus tersebut telah berhenti. Dia menyebut persoalan diselesaikan melalui kesepakatan damai dan saling memaafkan.

"Iya stop, detail alasan cabut laporannya tanya korban ya. Yang jelas diselesaikan saling memaafkan," tutur Nugrahadi.

Sebelumnya, seorang anggota Satpol PP melaporkan dugaan pengeroyokan yang melibatkan pekerja proyek di kawasan Bulungan. Polisi sempat melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami peristiwa tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya