Misteri Kebakaran di Jember, Api Muncul dari Keramik

Sebuah rumah tak berpenghuni milik Misyana hangus setelah mengalami kebakaran misterius sebanyak delapan kali.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 14 Oktober 2026, 15:18 WIB
Rumah di Jember terbakar

Liputan6.com, Jakarta - Rentetan peristiwa aneh nan mencekam melanda Dusun Jatirejo, Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember. Sebuah rumah tak berpenghuni milik Misyana hangus setelah mengalami kebakaran misterius sebanyak delapan kali dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

​Bukan karena korsleting listrik atau ledakan kompor, nyala api justru acap kali muncul secara tiba-tiba dari sudut-sudut tak terduga. Bahkan pada insiden terbaru, api mendadak berkobar dan muncul langsung dari sela-sela keramik lantai.

​Komandan Regu Pemadam Kebakaran Mako Ambulu, Misbahul Munir, membenarkan rekam jejak operasi di lokasi tersebut. Pihaknya tercatat sudah delapan kali menerjunkan armada demi memadamkan si jago merah di tempat yang sama.

​"Sudah delapan kali kami melakukan operasi pemadaman di rumah itu selama setahun lebih," kata Munir saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).

​Munir menjelaskan, puncaknya terjadi pada Senin (12/10/2025) lalu. Insiden tersebut menjadi musibah terbesar yang meluluhlantakkan seluruh struktur bangunan. Berbeda dari kejadian-kejadian sebelumnya yang hanya melahap area kecil seperti kasur atau satu ruangan, amukan api kali ini tak menyisakan apa pun.

​"Mulai dari kasur, kursi, meja, hingga area dapur ludes tak bersisa. Yang tersisa sekarang tinggal kerangka dinding dengan bagian atap dan genteng yang sudah ambruk rata dengan tanah," ungkapnya.

​Fenomena janggal ini tak ayal memicu keresahan mendalam di tengah masyarakat. Berbagai spekulasi pun liar berembus. Dari kacamata teknis, tim pemadam kebakaran menduga ada faktor kondisi geografis atau kandungan material tertentu di bawah tanah bangunan tersebut.

​"Secara nalar, kami menduga rumah itu mungkin berdiri di atas tanah yang mengandung konsentrasi gas alami tertentu. Pasalnya, api sering muncul sendiri dan titiknya berpindah-pindah," terang Munir.

​Namun, di sisi lain, sebagian warga lokal tak menampik adanya aroma mistis dan mengaitkannya dengan dugaan kiriman ilmu hitam. Musababnya, titik api kerap muncul secara sporadis di area yang sama sekali steril dari instalasi listrik. ​Kejanggalan kian menebal lantaran rumah tersebut sebenarnya sudah lama dikosongkan oleh pemiliknya. Bahkan, plang bertuliskan rumah dijual sudah terpasang di halaman depan jauh sebelum kebakaran hebat itu menghanguskan bangunan.

"Kondisinya sudah kosong tidak ditempati. Padahal sebelumnya masih dihuni, tapi saat kebakaran terakhir kemarin, rumah benar-benar dalam keadaan kosong," imbuh Munir.

​Petugas menerima laporan darurat pada pukul 08.45 WIB. Berkat respons cepat armada damkar yang tiba dalam waktu 10 menit didukung partisipasi warga serta personel Polsek setempat kobaran api berhasil dijinakkan total meskipun aliran listrik di lokasi telah dipadamkan sejak awal. ​Tidak ada korban jiwa dalam insiden beruntun ini, namun total kerugian material diperkirakan menembus Rp 200 juta.

Hingga kini, misteri pemicu utama munculnya api dari balik keramik rumah Misyana masih menyisakan teka-teki besar bagi warga Jember.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya