Rights Issue, GMF Aero Bakal Terbitkan 22,02 Miliar Saham

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk atau GMF Aero Asia (GMFI) akan gelar RUPSLB untuk minta restu rights issue.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 14 Oktober 2026, 14:35 WIB
Garuda Maintenance Facility. (Foto: GMF)

Liputan6.com, Jakarta - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) atau GMF Aero Asia akan menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) III atau rights issue III. Jumlah saham yang akan dilepas mencapai 22,02 miliar saham dalam rangka rights issue.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu, (14/10/2026), perseroan menggelar rights issue untuk memperkuat kapasitas pendanaan dan memenuhi ketentuan free float sesuai ketentuan I-A.

“Dana yang diperoleh dari dari PMHMETD III direncanakan untuk mendukung investasi dan pengembangan usaha, optimalisasi struktur pendanaan, serta penguatan modal kerja perseroan, sehingga diharapkan dapat memberikan fleksibilitas pendanaan dalam mendukung pengembangan usaha dan kebutuhan operasional secara berkelanjutan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Seiring rencana rights issue ini, perseroan akan menerbitkan saham maksimal 22.029.751.488 saham seri B dengan nilai nominal Rp 19 per saham.

Bagi pemegang saham yang tidak menggunakan HMETD yang diperolehnya akan mengalami dilusi atas persentase kepemilikan saham maksimal 15% apabila seluruh HMETD yang diterbitkan perseroan dilaksanakan oleh pemegang HMETD yang berhak.

Untuk harga rights issue akan ditetapkan dan diumumkan dalam prospektus PMHMETD III. Hal ini dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk POJK 32/2015 dan Peraturan I-A.

Berikut rencana pemakaian dana rights issue:

1.Pengembangan atau ekspansi usaha perseroan baik langsung dan tidak langsung melalui perusahaan anak meliputi pendanaan kebutuhan investasi berupa pengembangan dan penambahan kapasitas dan kapabilitas, peremajaan tools, dan mesin, pendirian perusahaan baru dan pembelian aset yang memberikan manfaat tambahan serta mendukung kegiatan usaha perseroan dan anak usaha.

2.Tambahan modal kerja dalam rangka kegiatan operasional perusahaan.

Untuk menggelar aksi korporasi ini, perseroan akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis, 19 November 2026.

Strategi GMF Penuhi Ketentuan Free Float

Teknisi tengah melakukan perbaikan pesawat di Hanggar 4 GMF, Tangerang .(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memenuhi ketentuan free float yang ditetapkan regulator sebelum tenggat waktu pada Maret 2027.

Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi mengatakan perseroan saat ini tengah mengkaji dua skema utama untuk meningkatkan free float. Pertama, melalui pelepasan sebagian kepemilikan saham oleh pemegang saham eksisting kepada publik. Kedua, melalui pelaksanaan rights issue.

"Untuk free float ini memang ada dua strategi. Yang pertama adalah eksistensi pemegang saham melepas sahamnya ke publik. Yang kedua, adalah melakukan rights issue," kata Andi dalam Public Expose Live 2026, Rabu (10/6/2026).

Saat ini GMF masih berkoordinasi dengan pemegang saham utama, termasuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan Danantara, terkait mekanisme yang akan ditempuh.

Keputusan final akan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kepentingan perusahaan, pemegang saham, hingga kepatuhan terhadap regulasi pasar modal.

Perseroan menegaskan komitmennya untuk memenuhi ketentuan free float sesuai jadwal yang ditetapkan regulator. Dengan persiapan yang dilakukan lebih awal, GMF optimistis proses penyesuaian struktur kepemilikan saham dapat berjalan lancar.

"Kami sedang intens berdiskusi dengan pemegang saham kami, baik dengan Garuda maupun dengan Danantara langkah apa yang akan kami lakukan. Tapi yang pasti untuk mengantisipasi aturan di Maret 2027, kami sudah punya plan untuk melakukan. Kemungkinan besar adalah kita melakukan rights issue untuk memenuhi peraturan mengenai free float tersebut," ujarnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya