Transformasi Digital PERURI, dari Mencetak Rupiah hingga Mengamankan Data Masyarakat

Kenali transformasi digital PERURI melalui e-Meterai, Peruri Sign, dan dukungan GovTech untuk menjaga kedaulatan serta kepercayaan masyarakat.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 15 Oktober 2026, 00:00 WIB
Ilustrasi gedung PERURI.

Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran PERURI selama puluhan tahun lekat dengan keseharian masyarakat Indonesia. Mulai dari uang Rupiah yang digunakan untuk bertransaksi, paspor yang dibawa saat bepergian, hingga sertifikat tanah yang disimpan, semuanya menjadi wujud nyata peran PERURI.

Sebagai satu-satunya entitas negara yang memiliki kewenangan mencetak uang dan dokumen vital, PERURI mengemban tanggung jawab untuk menjaga kedaulatan identitas serta keamanan negara. Tanggung jawab tersebut telah menjadi bagian dari DNA perusahaan sejak awal berdiri.

Kini, perubahan kebiasaan masyarakat menghadirkan tantangan baru. Dompet perlahan beralih ke layar ponsel pintar, sementara dokumen yang sebelumnya berbentuk fisik mulai tersimpan di ruang cloud. Di tengah pergeseran tersebut, PERURI terus memperkuat relevansinya.

Bagi PERURI, transformasi digital merupakan keharusan strategis. Menunda inovasi berarti membuka risiko bagi keamanan nasional. Karena itu, perusahaan bergerak dengan visi yang jelas, yakni menjaga warisan masa lalu, memperkuat kepercayaan pada masa kini, serta memimpin transformasi digital pada masa depan.

Memperkuat Percetakan Sekuriti dan Menghadirkan Layanan Digital

Ilustrasi transformasi PERURI.

PERURI tidak menghapus pencapaian masa lalunya. Bisnis inti di bidang percetakan sekuriti (security printing) terus diperkuat. Namun, di saat yang sama, PERURI membangun kapabilitas infrastruktur modern untuk mengamankan kedaulatan di ruang digital.

Transformasi ini bukan sekadar jargon, melainkan telah hadir dalam keseharian masyarakat dan dunia usaha. Saat ini masyarakat tidak lagi perlu berkeliling mencari meterai tempel di malam hari. Kehadiran e-Meterai telah menjadi solusi praktis, sah, dan tepercaya untuk pembubuhan bea meterai dalam sebuah dokumen secara instan dari mana saja.

Penandatanganan kontrak kerja sama antar-perusahaan yang berbeda kota tak lagi membutuhkan waktu berhari-hari untuk pengiriman dokumen. Dengan Peruri Sign, tanda tangan elektronik tersertifikasi dapat dilakukan dalam hitungan detik. Pengesahan bahwa dokumen tersebut dikeluarkan oleh instansi yang berwenang pun dapat langsung diverifikasi melalui stempel digital Peruri Tera.

Dalam mendukung percepatan digitalisasi pemerintah, PERURI menjadi tulang punggung keamanan Digital Identity dan ekosistem layanan GovTech. Dukungan sistem digital ini memastikan bahwa saat masyarakat mengakses layanan publik, data mereka terenkripsi dan terlindungi.

The Reset Strategy dan Peran Insan PERURI dalam Menjaga Kepercayaan

Seluruh inovasi di atas tidak lahir secara impulsif. PERURI memandunya melalui kerangka terukur yang disebut The Reset Strategy. Strategi ini dimulai dari fondasi esensial: melindungi bisnis inti, kemudian secara proaktif membenahi tata kelola (governance) serta memperluas infrastruktur digitalnya.

Di balik kecanggihan sistem enkripsi dan teknologi mutakhir PERURI, tetap ada penggerak utama yang tak tergantikan: karakter manusianya. Keberhasilan transformasi ini dihidupkan oleh dedikasi Insan PERURI yang menjadikan ketakwaan, adab, dan kedisiplinan sebagai kompas dalam setiap tindakan.

Bagi Insan PERURI, bekerja bukan sekadar profesionalitas, melainkan panggilan patriotisme. Inovasi yang dihadirkan selalu dilandasi integritas dan loyalitas untuk memastikan bahwa dalam setiap lembar uang fisik maupun baris kode digital, kedaulatan dan kepercayaan masyarakat Indonesia tetap berada di tangan yang aman.

PERURI: Mengawal Kedaulatan, Mengamankan Kepercayaan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya