3 Kebiasaan Sepele yang Bikin Aki Motor Injeksi Cepat Soak

Pengendara motor injeksi perlu menghindari tiga kebiasaan sepele yang dapat menyebabkan aki soak hingga berisiko membuat mesin mogok di jalan.

oleh Muhammad Luthfi Naufal AqilahDiterbitkan 17 Oktober 2026, 06:14 WIB
Seorang pengendara sedang memandangi Honda Vario 160 yang tampil gaya. Penggunaan fitur kelistrikan modern dan modifikasi tambahan pada motor matik injeksi tetap memerlukan perhatian agar aki tidak mudah tekor. (Wahanahonda)

Liputan6.com, Jakarta - Situasi panik sering kali dialami pengendara saat mesin motor mendadak brebet, lampu indikator meredup, lalu mesin mati total di tengah jalan. Pada sepeda motor modern berbasis injeksi, kendala ini umumnya bukan dipicu oleh kerusakan mekanis mesin, melainkan akibat kehabisan daya listrik pada aki.

Motor injeksi sangat bergantung pada pasokan arus listrik yang stabil dari aki untuk mengoperasikan unit kontrol elektronik (Electronic Control Unit/ECU) hingga pompa bahan bakar (fuel pump). Tanpa disadari, sejumlah kebiasaan sepele harian pengendara sering menjadi pemicu utama aki soak sebelum waktunya.

Disitat dari laman resmi Wahana Honda, Sabtu (17/10/2026), berikut tiga kebiasaan buruk yang perlu dihindari agar motor injeksi tidak mendadak mogok di jalan:

 

 

1. Memasang Aksesori Kelistrikan Sembarangan

Identik dengan warna bendera Indonesia, PT Astra Honda Motor (AHM) secara resmi menghadirkan Honda Scoopy Stylish White Red.

Modifikasi kendaraan kerap menyasar sektor kelistrikan tanpa perhitungan teknis yang matang. Penambahan aksesori berdaya besar—seperti klakson variasi atau lampu tembak tambahan—tanpa penyesuaian beban listrik dapat menguras arus melampaui kapasitas standar pabrikan.

Pemasangan aksesori tanpa dukungan relay pendukung memaksa aki bekerja ekstra keras, sehingga cadangan listrik cepat terkuras dan mengganggu pasokan daya ke komponen utama kendaraan.

2. Menahan Tombol Electric Starter Berulang Kali

Electric starter pada motor memudahkan kita menghidupkan motor ketimbang cara kick starter. (Suzuki.co.id)

Saat mesin sulit dihidupkan pada pagi hari, pengendara sering kali menekan tombol electric starter secara terus-menerus. Padahal, dinamo starter merupakan komponen yang menyedot arus listrik paling besar dalam waktu singkat.

Memaksa menahan tombol starter secara beruntun dapat menurunkan tegangan aki secara drastis hingga tekor. Jika mesin belum menyala setelah tiga kali percobaan, beri jeda beberapa saat agar tegangan baterai pulih sebelum mengecek komponen lain seperti busi atau saluran bahan bakar.

 

3. Lupa Mematikan Kunci Kontak Saat Pakai Standar Samping

Dokumentasi Kolaborasi Pelajar PT Astra Honda Motor (sumber : PT Astra Honda Motor)

Fitur Side Stand Switch pada motor matik modern dapat mematikan mesin secara otomatis saat standar samping diturunkan. Namun, kepraktisan ini kerap membuat pengendara alpa memutar kenop kunci kontak ke posisi OFF.

Perlu dipahami bahwa fitur ini hanya memutus sistem pengapian mesin, bukan mematikan seluruh aliran listrik. Selama kunci kontak berada di posisi ON, panel instrumen digital, lampu utama, dan sistem alarm akan terus menyala serta menyedot daya aki hingga habis.

Menjaga usia pakai aki bergantung pada kedisiplinan serta perawatan berkala. Apabila tarikan starter terasa berat, suara klakson melemah, atau pencahayaan instrumen meredup, segera lakukan pemeriksaan voltase aki di bengkel resmi.

Langkah penggantian aki yang melemah sejak dini sangat dianjurkan guna mencegah kerusakan lanjutan pada komponen elektronik yang lebih krusial, seperti ECU.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya