Mantan Aktor Cilik Tewas Diterkam Harimau di Kebun Binatang Inggris

Seorang mantan aktor cilik, William Chapman, meninggal dunia usai diterkam harimau di kebun binatang Inggris.

oleh Septian DenyDiterbitkan 14 Oktober 2026, 15:00 WIB
Ilustrasi harimau. (Unsplash)

Liputan6.com, London - Seorang pria yang tewas setelah diterkam harimau Siberia di sebuah kebun binatang di South Yorkshire, Inggris, diidentifikasi oleh warga setempat sebagai William Chapman. Keluarganya mengungkapkan bahwa Chapman telah mengalami gangguan kesehatan mental yang signifikan selama beberapa tahun.

Dikutip dari The Guardian, Rabu (14/10/2026) Chapman diketahui memanjat pagar dan masuk ke kandang harimau di Yorkshire Wildlife Park, dekat Doncaster, pada Sabtu siang. Sejumlah saksi mata mengatakan melihat Chapman berjalan mendekati seekor harimau Siberia jantan bernama Altai, yang kemudian menyerangnya.

Harimau seberat 200 kilogram itu menyerang Chapman dalam insiden yang berlangsung hanya beberapa menit. Pria yang diyakini berusia 20-an tahun tersebut dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian tidak lama kemudian.

Hingga kini, polisi belum secara resmi mengumumkan identitas pria yang tewas tersebut.

Keluarga Minta Publik Hentikan Penyebaran Video

Dalam sebuah pernyataan, keluarga Chapman mengaku sangat terpukul atas kepergiannya. Mereka menggambarkan Chapman sebagai pemuda yang cerdas, hangat, dan menyenangkan.

“Keluarga sangat terpukul atas kehilangan ini dan masih berjuang untuk menerima apa yang telah terjadi,” demikian pernyataan keluarga.

Mereka juga meminta masyarakat berhenti menyebarkan konten media yang dinilai sangat menyinggung karena menambah penderitaan keluarga pada masa yang sangat rentan.

“William adalah pemuda yang cerdas, hangat, dan menyenangkan, yang sangat dicintai keluarganya—dan William juga mencintai mereka,” kata keluarga.

Mereka mengungkapkan bahwa Chapman telah mengalami gangguan kesehatan mental yang signifikan selama beberapa tahun dan mendapat resep obat-obatan dengan dosis kuat.

“Dokter koroner yang akan menentukan peran kondisi tersebut dalam kematiannya. Kami meminta semua orang menghormati proses itu,” lanjut pernyataan keluarga.

Setelah kejadian tersebut, sejumlah video yang memperlihatkan insiden itu beredar di internet. Dalam rekaman yang dibagikan, terdengar orang-orang di sekitar lokasi meminta Chapman agar tidak mendekati harimau dan menyarankannya untuk berpura-pura mati saat diserang.

Sejumlah video palsu yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI) juga beredar. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan rekaman tersebut. Mereka menambahkan bahwa keluarga korban mendapat pendampingan dari petugas khusus.

 

 

 

Donald Trump Unggah Video Serangan Harimau

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut membagikan video yang diduga memperlihatkan serangan tersebut melalui akun Truth Social miliknya pada Selasa.

Trump mengunggah video tanpa suara berdurasi 41 detik dengan keterangan, “Jangan pernah macam-macam dengan alam! Presiden DJT.”

Satu menit kemudian, ia mengunggah video kompilasi berdurasi 24 detik yang memperlihatkan sejumlah serangan singa terhadap manusia. Video kedua tersebut diiringi musik yang ceria.

Pernah Menjadi Aktor Cilik

Menurut situs IMDb, Chapman pernah berkarier sebagai aktor cilik. Ia tampil dalam program ITV May Contain Nuts dan serial True Stories yang ditayangkan BBC.

Chapman juga pernah menempuh pendidikan di Jackie Palmer Stage School di High Wycombe, Buckinghamshire.

Sekolah tersebut menyampaikan belasungkawa melalui unggahan di Facebook.

“Kami sangat berduka mendengar kabar meninggalnya mantan siswa kami, William Chapman,” demikian pernyataan sekolah.

Pihak sekolah menyampaikan simpati kepada keluarga dan teman-teman Chapman di tengah masa sulit tersebut.

“Kami senang menyaksikan William tumbuh, baik sebagai pribadi maupun sebagai pemain, selama ia belajar bersama kami,” lanjut pernyataan itu.

Sekolah tersebut juga menyebut bahwa mereka merasa terhormat dapat menjadi bagian dari perjalanan Chapman. Ia akan selalu dikenang dengan penuh kasih oleh orang-orang yang mengenalnya.

“William akan sangat dirindukan dan akan selalu memiliki tempat istimewa di hati kami. Beristirahatlah dengan tenang, William.”

 

 

 

Kebun Binatang Ditutup, Harimau Tidak Akan Dieutanasia

Yorkshire Wildlife Park dievakuasi pada Sabtu setelah insiden tersebut dan dijadwalkan tetap tutup pada Rabu.

Direktur eksekutif bidang wilayah di Dewan Kota Doncaster, Dan Swaine, mengatakan pemerintah setempat telah meluncurkan penyelidikan terkait kesehatan dan keselamatan sesuai kewenangannya sebagai otoritas perizinan kebun binatang tersebut.

“Kami juga bekerja sama dengan berbagai lembaga, termasuk kepolisian dan lembaga kesehatan, serta mendukung Yorkshire Wildlife Park dalam merespons insiden ini,” kata Swaine.

Ia menegaskan bahwa pihaknya belum akan memberikan komentar lebih lanjut mengenai korban maupun penyelidikan. Ia juga meminta agar privasi semua pihak yang terlibat dihormati.

Pihak kebun binatang menyatakan para staf mendapat dukungan khusus setelah kejadian tersebut. Sementara itu, Altai, yang merupakan bagian dari spesies terancam punah, tidak akan dieutanasia.

Pakar Nilai Insiden Sulit Dicegah Sepenuhnya

Sejumlah pakar satwa liar dan kebun binatang mengatakan kepada The Guardian bahwa insiden tersebut kemungkinan sulit dicegah oleh pengelola taman satwa.

Amy Dickman, profesor konservasi satwa liar sekaligus direktur WildCRU di Universitas Oxford, mengatakan insiden itu tidak serta-merta menunjukkan adanya masalah besar dalam sistem keamanan kebun binatang.

“Saya tidak akan menyimpulkan bahwa ada masalah besar dalam keselamatan kebun binatang. Kenyataan pahitnya adalah hampir mustahil bagi kebun binatang untuk menghentikan orang yang benar-benar bertekad menerobos langkah-langkah keselamatan,” ujarnya.

Pendapat serupa disampaikan Campbell Murn, dosen ilmu konservasi di Universitas Reading yang hingga belum lama ini menjadi anggota komite ahli kebun binatang di Departemen Lingkungan, Pangan, dan Urusan Pedesaan Inggris.

Menurut Murn, tempat wisata seperti Yorkshire Wildlife Park, yang dikunjungi ratusan ribu orang—bahkan lebih dari satu juta pengunjung setiap tahun—tidak mungkin mengawasi setiap orang setiap saat.

“Jika seorang pencuri bertekad masuk ke rumah Anda, ia akan masuk ke rumah Anda. Risiko bisa dikurangi sampai batas tertentu, tetapi terkadang tidak ada yang bisa menghentikan suatu kejadian agar tidak terjadi,” katanya.

Sementara itu, juru bicara Born Free Foundation, organisasi yang mengampanyekan penghentian penggunaan kebun binatang secara bertahap, menyerukan peninjauan mendesak terhadap insiden tersebut.

Organisasi itu meminta penyelidikan mengenai bagaimana pria tersebut bisa masuk ke kandang harimau dan apa yang terjadi setelahnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya