Liputan6.com, Jakarta - Kalimantan Tengah mencatat jumlah titik panas (hotspot) berstatus high confidence terbanyak di antara wilayah prioritas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipantau dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan, jumlah titik panas di provinsi tersebut mencapai 1.135.
Data SiPongi yang bersumber dari satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 itu menunjukkan sebaran titik panas di sejumlah wilayah Indonesia.
Advertisement
“Kalimantan Tengah 1.135 (hotspot),” tulis data dalam laman SiPongi, dikutip Rabu (14/10/2026).
Selain Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan mencatat 193 titik panas, Kalimantan Barat 138 titik panas, Kalimantan Selatan 99 titik panas, Jambi 21 titik panas, dan Kalimantan Timur 15 titik panas. Sementara itu, Riau tidak mencatat titik panas dalam kategori tersebut pada periode pemantauan yang sama.
Secara keseluruhan, enam wilayah prioritas tersebut mencatat 1.601 titik panas berstatus high confidence. Kalimantan Tengah menyumbang sekitar 70,9 persen dari total tersebut.
SiPongi juga menampilkan hasil pemantauan titik panas berdasarkan tiga kelompok satelit untuk seluruh provinsi, dengan filter tingkat kepercayaan tinggi dalam periode 24 jam.
Berdasarkan data tersebut, NASA-Terra/Aqua mendeteksi 1.210 titik panas berstatus high confidence, NASA-SNPP mencatat 120 titik panas, sedangkan NASA-NOAA20 mendeteksi 454 titik panas dalam kategori yang sama.
Status high confidence merupakan klasifikasi tingkat kepercayaan dalam deteksi titik panas melalui pemantauan satelit. Data dari masing-masing kelompok satelit tersebut menunjukkan hasil deteksi berdasarkan sumber pemantauan yang berbeda.
Di sisi lain, Kementerian Kehutanan menyatakan melakukan operasi udara untuk menangani karhutla dengan mengerahkan 61 unit armada udara. Sebanyak 17 unit digunakan untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca (OMC), sedangkan 44 unit lainnya dialokasikan untuk pemadaman melalui water bombing.
Dari total armada tersebut, 55 unit dikerahkan untuk enam provinsi prioritas karhutla, sementara enam unit lainnya digunakan untuk operasi water bombing di luar wilayah prioritas.
“Tim gabungan terus melakukan penanganan Karhutla melalui pemadaman darat, water bombing, patroli udara, serta upaya pencegahan dan pengendalian di 6 wilayah prioritas (Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatra Selatan, Riau, dan Jambi),” tulis laman Instagram @kemenhut.
Kementerian Kehutanan menjelaskan, operasi tersebut melibatkan Manggala Agni Kemenhut bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, masyarakat, dan para pihak terkait lainnya.