Liputan6.com, Jakarta - NEC Indonesia menegaskan komitmennya dalam mempercepat agenda Making Indonesia 4.0 melalui penyediaan lini solusi manufaktur pintar berbasis kecerdasan artifisial (AI).
Langkah strategis ini ditunjukkan melalui partisipasi aktif perusahaan dalam ajang Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026 yang berlangsung pada 13-14 Oktober 2026 di Jakarta.
Advertisement
"Kami meyakini bahwa pemanfaatan teknologi inovatif seperti AI, otomatisasi, dan solusi berbasis data akan berkontribusi signifikan dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing industri nasional," ujar Presiden Direktur NEC Indonesia, Akifumi Katano, dikutip dari Antara, Rabu (14/10/2026).
Ia menegaskan inovasi tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan kapabilitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mempercepat terwujudnya visi Making Indonesia 4.0.
Guna memberikan gambaran nyata bagi para pelaku manufaktur lokal, NEC Indonesia menghadirkan pengalaman interaktif langsung di area pameran. Tiga teknologi unggulan yang dipamerkan antara lain:
- System Invariant Analysis Technology (SIAT): Solusi pemeliharaan prediktif dan preskriptif berbasis AI yang dirancang untuk mendeteksi anomali pada sistem industri secara dini.
- Work Process Recognition (WPR): Teknologi pemantauan berbasis analisis video yang mampu mengoptimalkan dan mengukur proses kerja manual di area produksi.
- Enterprise Asset Management: Solusi hasil kolaborasi dengan PT IFS Solusi Integrasi untuk membantu organisasi meningkatkan efisiensi operasional dan optimalisasi aset.
Penguatan Kapasitas SDM
Selain memamerkan teknologi canggih, NEC Indonesia turut mendorong edukasi dan penguatan kapasitas SDM industri.
Bekerja sama dengan ABeam Consulting Indonesia, NEC menggelar lokakarya Warehouse of Idea untuk mendampingi perusahaan dalam merancang peta jalan transformasi digital.
Perusahaan juga mengisi sesi diskusi panel bertajuk “Workforce Transformation in the Age of Intelligent Industry” guna membahas kesiapan tenaga kerja nasional di era industri cerdas.
Pameran yang diinisiasi oleh Dewan Transformasi Digital Industri Indonesia (WANTRII) ini mengusung tema “AI Powered Industry – Shaping the Future of Intelligent Enterprise”.
Forum ini mempertemukan pelaku industri, pemerintah, akademisi, hingga penyedia teknologi untuk memperkuat ekosistem digital nasional.