Liputan6.com, Riyadh - Empat orang terluka dan 15 rumah mengalami kerusakan ringan setelah serpihan dua rudal jelajah yang berhasil dicegat jatuh di Riyadh, ibu kota Arab Saudi. Insiden tersebut terjadi di tengah serangkaian serangan rudal dan drone yang diluncurkan kelompok Houthi dari Yaman ke wilayah kerajaan.
Dikutip dari Anadolu, Rabu (14/10/2026), Pertahanan Sipil Arab Saudi pada Rabu dini hari menyatakan, kedua rudal tersebut diluncurkan oleh kelompok Houthi dan berhasil dicegat pada Selasa.
Advertisement
Serpihan rudal yang berjatuhan melukai dua perempuan, seorang pria, dan seorang anak. Otoritas setempat mengatakan prosedur darurat telah dilaksanakan setelah insiden tersebut.
Dalam pengumuman terpisah, juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki al-Maliki, mengatakan pasukan koalisi juga berhasil mencegat dan menghancurkan satu rudal jelajah lainnya di Al-Kharj, wilayah tenggara Riyadh.
Gedung Saudi Aramco Jadi SasaranSementara itu, Kementerian Energi Arab Saudi melaporkan sebuah gedung administrasi milik perusahaan minyak Saudi Aramco di Dhahran, wilayah timur negara tersebut, menjadi sasaran serangan pada Selasa malam.
Serangan itu memicu kebakaran kecil di gedung tersebut.
Kementerian Energi mengatakan tim darurat telah merespons insiden tersebut dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Pihaknya memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian itu.
Koalisi Cegat Enam Rudal dan Drone
Sebelumnya, pada Selasa, koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan enam rudal serta drone yang diluncurkan kelompok Houthi ke arah kerajaan.
Al-Maliki mengatakan pasukan koalisi mencegat rudal-rudal yang mengarah ke Haradh dan Dhahran. Koalisi juga melaporkan serpihan rudal jatuh di kawasan permukiman di Dhahran.
Selain itu, koalisi melaporkan keberhasilan mencegat rudal jelajah dan drone di wilayah Riyadh serta bagian selatan Arab Saudi.