OTT Pejabat BNPB Terkait Dana Siap Pakai untuk Kebencanaan

Sebanyak 14 orang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 13 Oktober 2026, 23:05 WIB
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo (Liputan6.com/Devira Prastiwi)

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih enggan berbicara banyak terkait kasus dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurut Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, seluruh detail akan disampaikan usai lembaga antirasuah melakukan ekspos, termasuk pasal yang menjerat.

"Termasuk pasal yang nanti digunakan, nanti kita akan sampaikan lebih lanjut karena memang baru akan dipaparkan dan dibahas pada expose malam ini," ujar Budi di Yogyakarta, Selasa (13/10/2026).

Saat ditanya apakah terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Budi mengatakan pihaknya masih terus mendalaminya.

"Masih kami akan dalami, bahwa kegiatan penyelidikan ini diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB. Di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan," papar dia.

"Untuk detailnya, uang-uang atau pun pengadaan barang dan jasa tersebut untuk bencana apa, itu nanti kami akan sampaikan detilnya saat konferensi pers," jelas Budi.

 

KPK Amankan 14 Orang dari OTT BNPB, Sestama Ikut Diciduk

Sebelumnya, sebanyak 14 orang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (13/10/2026).

Hal itu diungkap oleh Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. Ia menyebut salah satu pihak yang diamankan dalam OTT adalah Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Dr. apt. Rustian.

"Terkait dengan kegiatan penyelidikan yang KPK lakukan di lingkungan, BNPB, terkonfirmasi bahwa telah terjadi peristiwa tertangkap tangan dugaan tindak pidana korupsi," kata Budi.

"Di mana dalam peristiwa ini tim KPK mengamankan sejumlah 14 orang, di antaranya merupakan Sekretaris Utama atau Sestama, kemudian PPK dan juga pihak-pihak lain termasuk dari unsur swasta," tambahnya.

Budi menerangkan para pihak tersebut diamankan oleh KPK di beberapa lokasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Namun, ia enggan mengungkap detail kronologi penangkapannya.

"Untuk pengamanan para pihak ini dilakukan di Jabodetabek di beberapa lokasi. Untuk detil kronologi peristiwanya seperti apa, termasuk konstruksi perkaranya ini bagaimana, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut," kata dia.

Budi juga tidak menyebutkan lebih detail perihal sosok-sosok yang diamankan selain Sestama BNPB. Ia hanya memastikan seluruh pihak kini sedang diperiksa untuk kemudian ditetapkan status hukumnya.

"Karena malam ini dijadwalkan dilakukan ekspos di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini," kata dia.

"Untuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut. Yang pasti terhadap 14 orang ini saat ini sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif di Gedung Merah Putih KPK, baik dari pihak-pihak di BNPB maupun pihak-pihak swasta yang diduga terkait dengan peristiwa ini," sambung Budi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya