Liputan6.com, Jakarta - PT PLN Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), menerapkan penyalaan listrik secara bergilir setelah sistem kelistrikan Batam mengalami pemadaman total atau blackout. Gangguan tersebut berdampak pada pasokan listrik ke Pulau Bintan, termasuk Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.
Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tanjungpinang Rully Agus Widanarto mengatakan, saat ini pasokan listrik setempat hanya mengandalkan dua pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), yakni PLTD Suka Berenang dan PLTD Kelurahan Air Raja. Kedua pembangkit tersebut memiliki kapasitas daya maksimal 32 megawatt (MW).
Advertisement
Sementara itu, kebutuhan listrik rata-rata di Pulau Bintan mencapai 80-100 MW per hari. Kesenjangan antara kapasitas pembangkit dan kebutuhan tersebut membuat PLN harus mengatur distribusi listrik agar masyarakat tetap memperoleh pasokan secara bergantian.
"Sedangkan beban rata-rata pemakaian listrik di Pulau Bintan per hari mencapai 80-100 MegaWatt, makanya kita coba maksimalkan daya yang ada untuk melayani warga secara bergantian per enam jam," kata Rully dikutip Antara, Selasa (13/10/2026).
Dalam kondisi terbatas, PLN juga memprioritaskan pasokan listrik ke objek vital, terutama rumah sakit, agar pelayanan kesehatan tidak terganggu akibat pemadaman.
Blackout Batam Ganggu Pasokan Listrik Bintan
Rully menjelaskan, gangguan listrik yang terjadi sejak Senin (12/10/2026) pagi itu dipicu sejumlah pembangkit di Batam keluar dari sistem. Akibatnya, pembangkit lain tidak mampu menanggung beban listrik yang tersisa.
Meski beberapa pembangkit di Batam mulai pulih hingga Senin malam, pasokan listrik ke Pulau Bintan belum dapat kembali normal. Secara teknis, frekuensi sistem kelistrikan saat itu masih belum stabil.
"Sampai tadi malam, listrik di Batam juga belum pulih total. Kondisinya padam nyala hingga pagi," ujarnya.
Dampak gangguan masih dirasakan masyarakat, terutama di wilayah Kijang dan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan. Rully menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang mengalami pemadaman berkepanjangan sejak Senin hingga Selasa.
PLN belum dapat menyalurkan daya dari pembangkit di Tanjungpinang ke seluruh wilayah Bintan karena jarak yang cukup jauh berisiko menyebabkan tegangan listrik rendah atau tidak stabil.
PLN Targetkan Pasokan Listrik Bintan Segera Normal
Rully mengatakan, pemaksaan penyaluran listrik dari pembangkit Tanjungpinang dalam kondisi tersebut justru berpotensi merugikan pelanggan karena tegangan yang diterima tidak optimal.
"Kalau kita paksakan, masyarakat tetap tak bisa maksimal menikmati listrik. Justru dapat merusak peralatan listrik," ucapnya.
PLN Tanjungpinang terus berupaya memulihkan pasokan listrik dari Batam ke Pulau Bintan. Penyaluran daya ditargetkan mulai dilakukan kembali pada Selasa sore, dengan menunggu pemulihan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Kasam di Batam agar dapat beroperasi normal.
Pemulihan pembangkit tersebut menjadi salah satu faktor penting untuk mengembalikan pasokan listrik ke Bintan, mengingat kebutuhan listrik masyarakat jauh lebih besar dibandingkan kapasitas dua PLTD yang saat ini diandalkan.
PLN berharap proses pemulihan berjalan lancar sehingga distribusi listrik dapat kembali normal dan masyarakat tidak lagi mengalami pemadaman bergilir.
"Mudah-mudahan malam ini, pasokan listrik di Pulau Bintan sudah pulih 100 persen," demikian Rully.