Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan Embung Kebagusan, Embung Cilandak Pondok Labu, dan Waduk Tiu mulai beroperasi pada 2027.
Ketiga infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pengendalian banjir di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Advertisement
"Mudah-mudahan dengan penanganan ini, banjir, walaupun pasti masih terjadi, mengalami pengurangan yang cukup signifikan," kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung usai meninjau pembangunan Embung Kebagusan di Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026).
Dia menuturkan, Pemprov DKI Jakarta juga akan menyiapkan pemanfaatan air embung agar dapat digunakan oleh masyarakat. Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan PAM Jaya diinstruksikan untuk mendalami pengolahan serta pemanfaatan air yang tertampung.
“Di sekitar sini banyak juga apartemen, maka kami akan izinkan nantinya untuk bekerja sama antara Sumber Daya Air dengan PAM Jaya untuk air ini apa dikonsumsi atau digunakan oleh warga ataupun masyarakat,” ujar Pramono.
Menanti Perda
Sementara itu, Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menyebut, Embung Kebagusan merupakan bagian dari JackTirta Project yang mencakup tiga lokasi pembangunan infrastruktur penampungan air.
“Di JackTirta Project sendiri ada tiga lokasi yang saat ini sedang dibangun. Pertama, Embung Kebagusan, yang kedua Embung Cilandak Pondok Labu, yang ketiga Waduk Tiu Sunter Hulu. Target kami adalah di Februari 2027 ketiga embung dan waduk ini sudah beroperasi,” kata Ika.
Lebih lanjut ihwal pemanfaatan air embung untuk kebutuhan masyarakat, Ika mengatakan, hal itu memungkinkan dilakukan melalui kerja sama dengan PAM Jaya.
Namun, air yang diambil harus melalui instalasi pengolahan air dan mengikuti mekanisme perizinan sesuai peraturan daerah mengenai sistem pengelolaan air minum.
“Jadi, nanti dengan adanya Perda sistem pengelolaan air minum, izin akan kita berikan kemudian bekerja sama dengan PAM. Dia mengambil air dari sini, kemudian harus membuat instalasi pengolahan air,” tandas Ika.