Liputan6.com, Jakarta - Perubahan perilaku konsumen dan ketidakpastian ekonomi menjadi tantangan bagi dunia usaha dalam mempertahankan pasar kelas menengah Indonesia. Pelaku usaha perlu memahami perubahan kebutuhan konsumen dan mengambil keputusan secara tepat agar dapat menjaga daya saing di tengah dinamika ekonomi.
Direktur BCA Lianawaty Suwono mengatakan, pelaku usaha dan individu perlu memiliki kemampuan memahami perubahan, menentukan langkah secara tepat, serta mengambil keputusan secara tegas untuk menghadapi tantangan ekonomi dan bisnis.
Advertisement
“Di tengah perkembangan yang semakin dinamis, kemampuan tersebut menjadi penting untuk membangun ketahanan dan menciptakan peluang baru,” ujar Lianawaty di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Strategi tersebut relevan bagi perusahaan yang menyasar kelas menengah, mengingat perubahan pendapatan dan kebutuhan rumah tangga dapat memengaruhi keputusan konsumsi, tabungan, maupun pembelian barang dan jasa. Pemahaman terhadap perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu pertimbangan bagi perusahaan dalam menentukan produk, harga, dan strategi pemasaran.
Bagi sektor perbankan, perubahan perilaku nasabah juga menjadi pertimbangan dalam mengembangkan layanan keuangan. Keputusan masyarakat untuk menabung, mengambil kredit, atau menggunakan produk investasi dapat menjadi bagian dari dinamika kebutuhan finansial rumah tangga.
Selama dua hari, IKF XV 2026 menghadirkan lebih dari 15 narasumber dari berbagai bidang. Pada hari pertama, forum membahas dinamika perekonomian dan prospek Indonesia, manajemen energi, kesehatan, serta pemanfaatan teknologi dan strategi dalam pengembangan bisnis.
Mendorong Inovasi
Pada hari kedua, pembahasan mencakup penguatan merek, perubahan ekspektasi generasi berikutnya, pemanfaatan teknologi, kepemimpinan dalam regenerasi, serta pengembangan bisnis dan ekosistem.
Lianawaty berharap forum tersebut dapat memperkuat kemampuan peserta dalam memimpin perubahan dan mendorong inovasi untuk membangun dunia usaha yang lebih tangguh dan kompetitif.
“Harapannya, IKF XV 2026 ini dapat membekali para peserta dengan pola pikir dan kapasitas yang dibutuhkan untuk memimpin perubahan, mendorong inovasi, serta membangun Indonesia yang lebih tangguh, kompetitif, dan berkelanjutan,” jelasnya.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengangkat strategi menghadapi ketidakpastian melalui Indonesia Knowledge Forum (IKF) XV 2026 yang berlangsung pada 13–14 Oktober 2026 di The Kasablanka Hall, Jakarta. Forum bertema The Next Playbook: Create Clarity, Think Precisely, Act Decisively tersebut membahas prospek ekonomi, strategi bisnis, teknologi, serta perubahan ekspektasi generasi berikutnya.
“Melalui Indonesia Knowledge Forum XV 2026, kami ingin mendorong para peserta untuk memiliki kejelasan dalam memahami perubahan, ketepatan dalam menentukan langkah, serta ketegasan dalam mengambil keputusan,” ucapnya.