Bali Tech Week 2026 Bahas Regulasi Digital untuk Gaet Investasi

Kemenkomdigi memanfaatkan Bali Tech Week 2026 untuk menghimpun masukan terkait regulasi digital.

oleh Alya Putri AgustinaDiterbitkan 13 Oktober 2026, 18:47 WIB
Konfrensi pers Bali Tech Week (BTW) 2026.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menggelar Bali Tech Week (BTW) 2026 sebagai platform teknologi berskala internasional sekaligus ruang dialog untuk menghimpun masukan terkait regulasi digital. Pemerintah ingin memastikan regulasi yang disusun dapat menciptakan persaingan usaha yang sehat dan menjaga kepercayaan investor.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, Bali Tech Week 2026 akan dimanfaatkan untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak mengenai pembentukan regulasi yang tepat bagi ekosistem digital Indonesia.

Menurut dia, regulasi yang mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak dapat mendukung terciptanya persaingan usaha yang sehat (fair competition). Hal ini dinilai penting untuk menarik investasi sekaligus menjaga kepercayaan investor.

"Kita ingin hadir dengan masukan banyak pihak termasuk industri, sehingga regulasi yang akan keluarkan adalah regulasi yang tidak membuat kaget, regulasi yang terprediksi, dan sehingga investor akan nyaman," kata Meutya dalam konferensi pers, Selasa (13/10/2026).

Meutya menambahkan, pemerintah juga ingin memastikan persaingan yang adil bagi seluruh pelaku industri, termasuk perusahaan rintisan (startup) dan pelaku usaha lokal yang turut berperan dalam transformasi digital Indonesia.

"Jadi kuncinya dua target kita juga dari event ini produknya selain tentu kita mengundang investasi, tapi yang paling penting adalah bagaimana pemerintah hadir memastikan fair competition dan yang kedua adalah memastikan regulasi yang terprediksi yang dapat diterima oleh semua pihak," tambahnya.

Disrupsi Teknologi Buka Peluang Investasi Digital

Meutya menilai, penyelenggaraan Bali Tech Week 2026 berlangsung pada momentum yang tepat. Pasalnya, dunia saat ini menghadapi dua tantangan utama, yakni disrupsi teknologi yang berlangsung cepat dan dinamika geopolitik global.

"Karena ada dua hal yang kita hadapi saat ini teman-teman, yang pertama adalah disrupsi teknologi yang begitu cepat, kedua, perubahan landscape eh dengan pergerakan geopolitik yang amat dinamis," ujar Meutya.

Menurut Meutya, kondisi tersebut juga membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi salah satu alternatif tujuan investasi digital. Perubahan lanskap teknologi global dinilai dapat memberikan kesempatan bagi negara-negara di luar pusat utama persaingan digital, seperti Amerika Serikat dan Tiongkok, untuk memperkuat posisi mereka.

"Disrupsi ini membuat kita justru bisa memotong, apa ya, memotong jalur ya ibaratnya lewat jalur cepat dan kita bisa maju ke depan begitu untuk kemudian mengikuti dan mem-balance posisi kita selama ini. Karena itu kita memang amat berharap bahwa Bali Tech Week didukung oleh banyak pihak untuk kemudian bisa eh menaikkan posisi Indonesia dalam kancah transformasi digital di dunia," tuturnya.

 

Bali Tech Week 2026 Targetkan 4.000 Peserta

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemenkomdigi Edwin Hidayat Abdullah menjelaskan, Bali Tech Week 2026 dirancang sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri domestik dan regional, investor, pendiri perusahaan teknologi, serta komunitas global.

"Bali Tech Week 2026 bukan sekadar ajang pertukaran ide, melainkan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem digital nasional dan menggairahkan kembali iklim investasi di era digital," ujar Edwin.

Mengusung tema “Archipelago Ascending — Advance Together, Innovate Further”, ajang ini dijadwalkan berlangsung pada 19–23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali.

Bali Tech Week 2026 akan menghadirkan 13 kegiatan utama, yakni BTW Con, Telkom Sovereign Tech Summit, HUB.ID Summit, IGDX 2026, KORIKA AIIS 2026, ITSEC AICX 2026, Tokocrypto Digital Summit, Digital Economy Policy Forum, Endeavor Global Forum, Bali Capital Circle, Foundry Collective Incubator Launch, Sira Village Excursion Trip, dan UDImpact.

Seluruh agenda tersebut dirancang untuk mempertemukan berbagai sektor strategis, mulai dari konektivitas, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), keamanan siber, pengembangan gim, aset digital, hingga infrastruktur dan kebijakan pendukung.

Bali Tech Week 2026 menargetkan kehadiran 4.000 peserta, termasuk 1.000 delegasi internasional dari 37 negara.

"Untuk pesertanya sampai dengan hari ini yang sudah terdaftar untuk Bali Tech Week Conference yaitu 1.785. Jadi target kita 4.000, tapi estimasi kita nanti total pengunjung mungkin sekitar 5.000 dari 37 negara. 37 negara sudah confirm, termasuk Indonesia ya," jelas Edwin.

Edwin juga menyebut sejumlah pejabat pemerintah, perwakilan badan usaha milik negara (BUMN), serta pejabat dari negara tetangga dijadwalkan menghadiri acara tersebut.

"Kemudian juga yang akan hadir selain yang tadi disebutkan adalah dari government, itu selain Bu Menteri tentu para wamen, kemudian juga Pak Menko Transisi dan Hilirisasi Energi, kemudian Kepala BSSN, kemudian CTO Danantara dan juga tim Danantara akan hadir, kemudian BUMN-BUMN akan hadir. Ada tamu spesial juga yaitu adalah Menteri Kominfo-nya Malaysia," jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya