Prambanan Investasi Lepas 388,41 Juta Saham DOOH di Harga Rp 336

PT Prambanan Investasi Sukses meraup sekitar Rp 130,50 miliar dari penjualan saham PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 13 Oktober 2026, 17:48 WIB
Papan elekronik yang menampilkan gerak saham di BEI (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) yakni PT Prambanan Investasi Sukses melepas seluruh saham DOOH pada 12 Oktober 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/10/2026), Prambanan Investasi Sukses melepas 388.417.412 saham DOOH dengan harga Rp 336 per saham pada 12 Oktober 2026. Dari penjualan saham itu, Prambanan Investasi Sukses meraup 130,50 miliar.

"Tujuan transaksi divestasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti mengutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi penjualan saham DOOH, Prambanan Investasi Sukses tidak lagi memiliki saham DOOH. Sebelumnya, Prambanan Investasi Sukses mengenggam 5,02% saham DOOH atau setara 388.417.412 sahan DOOH.

Sementara itu, PT Beruntung Berkat Sejahtera membeli 388.417.412 saham DOOH dengan harga Rp 336 per saham. Aksi beli saham DOOH ini dilakukan untuk investasi dengan status kepemilikan langsung.

Setelah transaksi pembelian saham DOOH, Beruntung Berkat Sejahtera memiliki 1.167.507.412 saham DOOH atau setara 15,09%. Sebelumnya Beruntung Berkat Sejahtera mengenggam 779.090.000 saham DOOH atau setara 10,07%.

Berdasarkan data RTI, harga saham DOOH ditutup di posisi Rp 304 per saham. Harga saham DOOH dibuka menguat empat poin ke Rp 308 per saham. Saham DOOH berada di level tertinggi Rp 312 dan terendah Rp 278 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 10.788 kali dengan volume perdagangan saham 1.472.473 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 43,7 miliar.

Penutupan IHSG pada 13 Oktober 2026

Sebanyak 672 saham turun, 30 naik, dan 95 lainnya tetap atau stagnan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih ditutup di zona merah pada perdagangan saham Selasa, (13/10/2026). Akan tetapi, tekanan IHSG berkurang seiring dolar Amerika Serikat melemah terhadap rupiah dan mayoritas sektor saham menghijau.

Berdasarkan data RTI, IHSG hari ini ditutup melemah 0,17% ke posisi 5.925,97. Indeks saham LQ45 turun 0,29% menjadi 589,19.Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.930,08 dan terendah 5.828,67. Sebanyak 336 saham menguat sehingga menahan koreksi IHSG. Akan tetapi, 290 saham melemah dan 168 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 1.472.133 kali dengan volume perdagangan saham 36,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.879.

Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham properti menguat 1,83%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi mendaki 0,40%, sektor saham basic menguat 0,19%, sektor saham industri melesat 0,29%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 0,17%, sektor saham kesehatan mendaki 0,53%. Sektor saham infrastruktur dan transportasi masing-masing menguat 0,28% dan 0,03%. Sedangkan sektor saham teknologi terpangkas 0,95%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham consumer siklikal susut 0,61% dan sektor saham keuangan merosot 0,18%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya