Liputan6.com, Jakarta - Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) menggelar Widjojo Nitisastro Memorial Lecture (WNML) ke-IX bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 AIPI, Selasa (13/10/2026).
Forum ini mengangkat tema Pancasila sebagai Landasan Hukum Tata Negara di tengah perubahan sosial, ekonomi, teknologi, dan geopolitik.
Advertisement
Ketua AIPI Daniel Murdiyaso mengatakan, pemilihan nama Widjojo Nitisastro untuk forum tersebut memiliki makna tersendiri. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang mengenang sosok ilmuwan dan negarawan besar Indonesia, tetapi juga melanjutkan tradisi pemikiran bangsa.
Dalam sambutannya di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Daniel menegaskan Pancasila memiliki peran penting dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Pancasila tidak hanya merupakan simbol identitas kebangsaan, melainkan dasar negara, sumber nilai dan orientasi normatif penyelenggaraan berbangsa dan bernegara,” kata Daniel.
Pancasila di Tengah Perkembangan Teknologi
Daniel menilai, tantangan saat ini terletak pada bagaimana menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam institusi, norma hukum, tata kelola pemerintahan, serta penyelenggaraan negara yang menjamin keadilan.
Tantangan tersebut semakin kompleks di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurut Daniel, Pancasila perlu terus menjadi pedoman moral dan konstitusional agar modernisasi serta pembangunan tetap mengedepankan keadilan dan penghormatan terhadap martabat manusia.
“Pancasila perlu terus berfungsi sebagai kompas moral maupun konstitusional,” ujar Daniel.
Melalui forum Widjojo Nitisastro Memorial Lecture, Daniel berharap tercipta ruang refleksi dan dialog untuk memperkuat pemikiran tentang arah kemajuan Indonesia. Forum ini juga diharapkan mendorong perumusan kebijakan berbasis pengetahuan yang berorientasi pada kepentingan bangsa dalam jangka panjang.