Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih ditutup di zona merah pada perdagangan saham Selasa, (13/10/2026). Akan tetapi, tekanan IHSG hari ini berkurang seiring dolar Amerika Serikat melemah terhadap rupiah dan mayoritas sektor saham menghijau.
Berdasarkan data RTI, IHSG hari ini ditutup melemah 0,17% ke posisi 5.925,97. Indeks saham LQ45 turun 0,29% menjadi 589,19.Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.
Advertisement
Mengutip Antara, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya menyebutkan, pasar juga dibebani oleh reaksi pelaku pasar yang terus mencermati perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah
Dari global, Nico mengatakan harga minyak mentah Brent masih berada di atas US$ 105 per barel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta meningkatnya kekhawatiran tentang inflasi dan prospek suku bunga acuan global.
“Pelaku pasar menantikan data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat (AS) periode September 2026 untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan suku bunga acuan The Fed,” ujar dia mengutip Antara.
Dalam laporan prospek ekonomi global yang dirilis saat para pemimpin ekonomi dan keuangan global berkumpul di Bangkok, Thailand untuk pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, IMF menaikkan perkiraan pertumbuhan global menjadi 3,1 persen pada 2026 atau naik 0,1 poin persentase dari proyeksi Juli 2026 lalu.
Kepala Ekonom IMF Silvana Tenreyro menuturkan, konflik yang berkepanjangan di kawasan Timur Tengah dapat memberikan tekanan tambahan pada inflasi dan memperlambat pertumbuhan.
Selain itu, Nico menambahkan, memburuknya prospek fiskal, penilaian ulang profitabilitas kecerdasan buatan (AI), dan peristiwa cuaca ekstrem dapat semakin melemahkan prospek IHSG.
Nico menuturkan, saham-saham teknologi menghadapi tekanan jual yang berat seiring kekhawatiran terhadap AI yang meningkat, yang mana pasar menilai kembali prospek belanja modal di tengah kenaikan biaya pinjaman.
Di sisi lain, pelaku pasar mempertimbangkan kekhawatiran atas valuasi AI dan persaingan dari China, yang memicu aksi jual besar-besaran pada saham-saham semikonduktor.
Kinerja Perdagangan Saham
Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.930,08 dan terendah 5.828,67. Sebanyak 336 saham menguat sehingga menahan koreksi IHSG. Akan tetapi, 290 saham melemah dan 168 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 1.472.133 kali dengan volume perdagangan saham 36,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.879.
Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham properti menguat 1,83%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi mendaki 0,40%, sektor saham basic menguat 0,19%, sektor saham industri melesat 0,29%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 0,17%, sektor saham kesehatan mendaki 0,53%.
Sektor saham infrastruktur dan transportasi masing-masing menguat 0,28% dan 0,03%. Sedangkan sektor saham teknologi terpangkas 0,95%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham consumer siklikal susut 0,61% dan sektor saham keuangan merosot 0,18%.
Gerak Saham
Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, saham DSSA merosot 2,59% menjadi Rp 940 per saham. Saham DSSA dibuka turun 20 poin menjadi Rp 945 per saham. Harga saham DSSA berada di level tertinggi Rp 980 dan terendah Rp 895 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 46.685 kali dengan volume perdagangan saham 541.510 saham. Nilai transaksi Rp 506,1 miliar.
Harga saham JGLE ditutup stagnan di Rp 42 per saham. Saham JGLE berada di level tertinggi Rp 45 dan terendah Rp 40 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.882 kali dengan volume perdagangan saham 1.189.617 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5 miliar.
Harga saham BBKP ditutup naik 2,5% menjadi Rp 41 per saham. Saham BBKP dibuka stagnan di Rp 40 per saham. Harga saham BBPK berada di level tertinggi Rp 41 dan terendah Rp 39 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 582 kali dengan volume perdagangan saham 239.864 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 958,2 juta.
Harga saham BBCA ditutup stagnan di Rp 5.950 per saham. Saham BBCA dibuka turun 25 poin menjadi Rp 5.925 per saham. Harga saham BBCA berada di level tertinggi Rp 5.950 dan terendah Rp 5.850 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 23.342 kali dengan volume perdagangan saham 1.247.053 saham. Nilai transaksi Rp 738,3 miliar.