Liputan6.com, Washington D.C - Seorang petani labu dari Rhode Island tampaknya telah memecahkan rekor dunia untuk labu terberat, dengan labu raksasanya melebihi rekor sebelumnya hampir 136 kilogram.
Dikutip dari AP News, Selasa (13/10/2026), Ron Wallace dari Greene, Rhode Island, menimbang labunya di hari Sabtu dalam sebuah kontes di New England dan kini sedang menunggu konfirmasi dari Guinness Book of World Records bahwa ia sudah memecahkan rekor yang sebelumnya dicapai oleh seorang petani di Inggris.
Advertisement
Wallace berkata ia telah berhubungan dengan pihak Guinness yang menyatakan bahwa rekornya sedang dalam proses verifikasi.
"Ukurannya benar-benar raksasa, dan sangat menyenangkan bisa menanamnya," tutur Wallace pada hari Senin lewat panggilan telepon.
Rekor Dunia Guinness saat ini mencantumkan labu seberat 1.296 kilogram yang ditanam oleh Ian Paton dari Lymington, Inggris, sebagai pemegang rekor yang tercatat pada 3 Oktober. Pihak Guinness tidak menanggapi permintaan komentar.
Labu pemecah rekor ini muncul saat para petani di seluruh dunia sedang mengikuti kompetisi bulan ini dengan harapan labu mereka akan menjadi yang terbaik. Di California Utara pada hari Senin, seorang petani asal Minnesota berhasil memenangkan kompetisi tahunan bergengsi tersebut lima kali berturut-turut.
Wallace pulang ke rumah dengan hadiah US$ 3.500 (Rp 62,7 juta) dari lomba di kotanya. Ia berkata bahwa kompetisi lain mencoba untuk memikatnya dengan hadiah uang yang lebih besar, beberapa ada yang mencapai US$ 70 ribu (Rp 1,2 miliar), tapi baginya yang terpenting adalah dikelilingi oleh warga kotanya ketika meraih kemenangan yang memecahkan rekor tersebut.
"Saya sangat gembira, suasana di sana juga meriah," kata Wallace sambil menggambarkan momen ketika labu itu ditimbang.
Hobi Menanam Mulai dari Jualan Peralatan Kebun Online
Pria tersebut mengungkapkan bahwa ia sangat berterima kasih kepada komunitas penanam labu yang selalu dengan sukarela membagikan tips dan trik untuk menanam labu terbesar. Untuk pertama kalinya tahun ini, Wallace mulai menanam labu-labunya di rumah kaca, yang menurutnya memberikan perbedaan yang signifikan.
"Satu-satunya cara agar bisa menanam 3.000 pon (1.360 kilogram) adalah lewat kerja sama komunitas," ujarnya.
Wallace mulai menekuni hobi ini setelah ia memulai bisnisnya sendiri yang menjual perlengkapan berkebun secara daring. Ia bangga menjadi bagian dari komunitas penanam labu dan berkata bahwa kompetisi membantu memantapkan posisi para penanam. Menurut Wallace, industri pertanian semakin sering menjalin kerja sama dengan para penanam labu, meminta saran tentang tanah dan teknik penanaman lainnya.
Di California Utara, sebuah labu bernama Rocky menang kontes penimbangan labu tahunan bergengsi, dengan berat mencapai 1.083 kilogram, tapi masih jauh dari kemungkinan rekor dunia baru.
Guru hortikultura Travis Gienger membawa labu miliknya melintasi negara dari Minnesota untuk memenangkan kontes ini untuk kelima kalinya. Ia pulang membawa hadiah tunai senilai US$ 21.501 (Rp 385,2 juta) setelah mengalahkan puluhan petani labu raksasa lainnya di Half Moon Bay, selatan San Francisco.
Ia melewati kompetisi tahun lalu lantaran labunya pecah saat masih tumbuh. Berharap bisa bangkit kembali, ia menamai labu tahun ini Rocky, mengambil nama dari petinju ikonik yang Sylvester Stallone perankan.
"Juara lima kali, itulah tujuan kami datang ke sini," ucap Gienger setelah mendapat kemenangan.
Penanaman Labu di Suhu Ekstrem
Gienger dan keluarganya berkendara selama 35 jam sambil membawa labu seukuran mobil kecil ke California.
Menurut penyelenggara kompetisi tersebut Ronan Fowler, Gienger menanam labu-labunya di kebun labu halaman belakang rumahnya di Anoka, sebuah kota di tepi Sungai Mississippi di utara Minneapolis. Tahun ini, pria tersebut harus berhadapan dengan suhu yang turun di bawah titik beku, dan ia berkata untuk mengikuti kompetisi ini dengan lebih serius, ia harus mulai menanam labu di lingkungan dengan iklim terkendali seperti yang Wallace lakukan.
"Fakta bahwa Travis bisa bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem, seperti suhu 30 derajat, dan tetap berhasil menanam labu sebesar ini sungguh menakjubkan," ujar Fowler.
Ratusan orang menghadiri Kejuaraan Dunia Penimbangan Labu ke-53 untuk menikmati truk makanan, musik, dan lelucon tentang labu. Sebelumnya di hari itu, para penonton bersorak ketika sebuah labu yang sangat simetris bernama Tinkerbell memenangkan lomba labu tercantik.
Hadiah uang tunai dihitung sebesar US$ 9 (Rp 161,2 ribu) per pon labu, dan labu pemenang milik Gienger akan dipamerkan dalam sebuah parade di Half Moon Bay akhir pekan ini. Gienger gagal meraih hadiah tambahan sebesar US$ 30 ribu (Rp 537,5 juta) karena tidak memecahkan rekor dunia.
Sayangnya, penanaman labu-labu raksasa ini karena ukurannya, bukan karena rasanya. Jadi tidak ada pai labu raksasa di akhir festival.