Tarikan Mobil Lemot? Cek 7 Tanda Kampas Kopling Habis

Tarikan mobil mendadak lemot atau tercium bau hangus dari kabin? Simak 7 tanda kampas kopling mobil mulai habis beserta estimasi biaya perbaikannya di sini!

oleh Muhammad Luthfi Naufal AqilahDiterbitkan 17 Oktober 2026, 12:00 WIB
Gambar deretan kampas kopling (clutch disc) baru dengan lapisan gesek (friction disc) dan pegas peredam (torsion damper). Komponen vital ini berfungsi menyalurkan tenaga dari mesin ke transmisi pada mobil manual. (Daihatsu)

Liputan6.com, Jakarta - Akselerasi Lemot dan Bau Hangus? Ini Ciri Kampas Kopling Mobil Aus

Mengenali ciri kampas kopling mobil yang mulai habis sangat penting bagi pemilik kendaraan manual guna mencegah kerusakan merembet dan pembengkakan biaya perbaikan.

Bagi pemilik kendaraan bertransmisi manual, menjaga kondisi sistem pemindah tenaga merupakan hal krusial demi menjaga kenyamanan serta keamanan berkendara. Salah satu komponen yang kerap mengalami keausan seiring usia pakai adalah kampas kopling.

Komponen ini berfungsi menyalurkan dan memutus penyaluran tenaga dari mesin ke transmisi melalui gesekan pada flywheel. Namun, kebiasaan berkendara yang kurang tepat—seperti sering menahan "setengah kopling" saat melewati kemacetan—dapat mempercepat penipisan komponen tersebut.

Jika dibiarkan aus terlalu parah, selain performa mobil melorot, biaya perbaikan bisa membengkak akibat kerusakan merembet ke komponen transmisi lainnya.

Disitat dari laman resmi Daihatsu, Sabtu (17/10/2026), berikut tujuh tanda kampas kopling mobil mulai habis yang perlu diwaspadai:

 

7 Tanda

Ketahui tanda-tanda kampas rem mobil yang habis supaya dapat mencegah kerusakan komponen lain dan hal-hal yang dapat membahayakan pengemudi.

1. Pedal Kopling Terasa Lebih Tinggi

Jarak injak pedal berubah menjadi lebih pendek atau bite point (titik gigit) bergeser ke atas akibat permukaan kampas yang makin menipis.

2. Akselerasi Lemah dan Tarikan Lemot

Saat pedal gas diinjak mendalam dan putaran mesin (RPM) meraung tinggi, laju mobil tidak bertambah sepadan. Kondisi ini terjadi akibat kampas yang licin dan mengalami selip.

3. Muncul Bau Hangus Menyengat

Aroma gosong kerap tercium di dalam kabin atau area ruang mesin, terutama setelah melibas jalanan menanjak atau kemacetan panjang akibat gesekan berlebih (overheating).

4. Suhu Mesin Cepat Panas

Hilangnya Sebagian transfer tenaga akibat kampas selip memaksa mesin bekerja ekstra keras. Dampaknya, suhu mesin akan naik lebih cepat meski dalam kondisi pemakaian normal.

5. Perpindahan Gigi Terasa Kasar dan Keras

Tuas persneling terasa sulit dioperasikan atau membutuhkan dorongan ekstra karena transmisi tidak lagi terputus secara sempurna saat pedal ditekan.

6. Muncul Bunyi Berdecit Saat Pedal Diinjak

Suara gesekan atau decitan saat pedal ditekan menandakan permukaan kampas sudah aus, menipis, atau permukaannya tidak lagi rata.

7. Pedal Kopling Bergetar

Getaran abnormal yang terasa pada kaki saat menekan atau melepas pedal kopling menandakan pengikisan permukaan kampas yang tidak merata.

 

Usia Pakai dan Estimasi Biaya Perbaikan

Daya tahan kampas kopling sangat bergantung pada gaya berkendara serta rute harian. Dalam pemakaian normal, kampas kopling mampu bertahan antara 80.000 hingga 120.000 kilometer (km). Namun, kebiasaan "gantung kopling" di jalanan menanjak atau kemacetan parah dapat memotong usia pakainya hingga di bawah 50.000 km.

Dari segi biaya, penggantian komponen kampas saja umumnya berkisar antara Rp 700 ribu hingga Rp 3 juta, tergantung jenis dan merek mobil.

Sementara itu, untuk penggantian paket lengkap satu set kopling (clutch set), biaya yang dibutuhkan berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 5 juta. Estimasi tersebut belum termasuk jasa pengerjaan bengkel yang biasanya mematok tarif sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 800 ribu.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya