Liputan6.com, Jakarta - Film mengusung tema fenomena perasaan gak enakan akan segera tayang di layar lebar Tanah Air, berjudul People Pleaser. Mawar de Jongh akan memerankan karakter utama yang dikenal ga enakan, Karina, dalam film ini.
Saat dilangsungkannya konferensi pers trailer dan poster film People Pleaser di kawasan Jakarta pada, (12/10/2026), Mawar de Jongh mengungkapkan rasa terima kasihnya lantaran dipercayai memerankan Karina yang relate dengan dirinya.
Advertisement
“Terima kasih untuk Lyto Pictures, Pak Andi, Mas Bobby, Kak Evelyn juga untuk kesempatannya memerankan diri saya sendiri. Tapi mungkin tekanan yang dihadapi oleh Karina beda sih. Karina benar-benar menghadapi banyak banget tekanan di lingkungan keluarga, di lingkungan pekerjaan, dan pertemanan gitu,” ungkap Mawar.
Ia pun mengenang momen saat dirinya ditawarkan untuk terlibat dalam proyek film People Pleaser.
“Ketika pertama kali diceritain tentang People Pleaser langsung tersenyum. Kayak aku ingin banget sih bisa menyuarakan suara hati para people pleaser di luar sana lewat film ini,” ujar sang aktris.
Enjoy Perankan Karina
Menurut Mawar, memerankan sosok Karina dalam People Pleaser adalah hal yang seru. Dirinya bisa melihat perkembangan karakter Karina yang tadinya seringkali mengorbankan dirinya untuk menjadi orang yang dianggap baik.
“Aku rasa ini juga jadi perjalanannya Karina menemukan definisi baru, interpretasi baru dalam menjadi orang baik dan berguna. Enggak harus selalu mengorbankan dirinya sendiri. Salah satunya mungkin belajarnya lewat karakter Raka, Dila, lingkungan dia di rumah, lingkungan pekerjaannya juga. Jadi seru banget sih, setiap lingkungan tuh kayak beda-beda gitu loh situasi yang harus dia hadapin. Jadi sangat-sangat seru,” ucap Mawar.
Perankan Karina yang Punya Sisi Berbeda
Mawar juga merasa dirinya familiar dengan pergolakan yang ada dalam pikiran Karina sebagai orang yang gak enakan.
“Untuk aku memerankan Karina, mungkin karena aku juga seorang people pleaser jadi kurang lebih tahu perdebatan yang ada di dalam dirinya sendiri ‘Sebenarnya aku pengen bilang enggak, tapi gimana ya caranya’. Mungkin di sini banyak ditunjukin ketika dia berhadapan sama orang dia akan senyum, dia selalu bilang iya tapi ketika di rumah dia kayak ‘Aduh, seharusnya aku bisa ngelakuin hal yang lain kenapa aku enggak bisa nolak?’ Gitu,” jelas Mawar.