Alfa Romeo Goyang Pameran Paris, Pamer Konsep Cuorerosso

Alfa Romeo memukau dengan konsep Cuorerosso V6 hibrida. Meski bukan pengganti langsung Giulia, konsep seksi ini jadi penunjuk arah SUV dan Giulietta masa depan!

oleh Muhammad Luthfi Naufal AqilahDiterbitkan 14 Oktober 2026, 10:06 WIB
Penampakan memukau mobil konsep Alfa Romeo Cuorerosso di panggung Paris Motor Show 2026. Mengusung bahasa desain eksotis, fasia depan berotot, dan gril segitiga khas Biscione, mobil ini menjadi indikator arah desain model Alfa Romeo di masa depan. (Carscoops)

Liputan6.com, Jakarta - Pabrikan otomotif asal Italia, Alfa Romeo, memperkenalkan mobil konsep terbaru bernama Alfa Romeo Cuorerosso Concept di Paris Motor Show 2026. Sedan eksotis ini mencuri perhatian berkat desain yang menggoda serta penggunaan mesin V6 twin-turbo 2,9 liter dengan teknologi hibrida.

Dikutip dari Carscoops, Selasa (13/10/2026), kehadiran Alfa Romeo Cuorerosso sempat memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan mobil tersebut menjadi cikal bakal generasi terbaru Alfa Romeo Giulia.

Maklum, sedan legendaris tersebut sudah lebih dari satu dekade tidak mendapatkan perubahan besar. Namun, Alfa Romeo menegaskan bahwa Cuorerosso Concept bukanlah gambaran langsung dari satu model produksi tertentu.

CEO Alfa Romeo, Santo Ficili, menjelaskan bahwa mobil konsep tersebut merupakan pernyataan desain atau statement design yang akan menjadi inspirasi bagi pengembangan kendaraan Alfa Romeo pada masa mendatang.

Dengan demikian, Cuorerosso Concept lebih berperan sebagai representasi arah desain baru pabrikan Italia tersebut, termasuk dalam menghadapi perkembangan teknologi elektrifikasi.

Meski Cuorerosso Concept tidak secara langsung menjadi penerus Giulia, bahasa desain mobil konsep ini dipastikan akan memengaruhi model produksi Alfa Romeo berikutnya.

Salah satu model yang akan mengadopsi pendekatan desain tersebut adalah SUV baru di segmen C yang dijadwalkan meluncur pada 2028.

SUV ini diproyeksikan menggantikan Alfa Romeo Tonale, yang masa produksinya direncanakan berakhir pada akhir 2027.

Mengutip laporan Carscoops, SUV anyar tersebut akan menggunakan platform STLA Medium milik Stellantis. Arsitektur ini memungkinkan Alfa Romeo menawarkan beragam pilihan sistem penggerak untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Pilihan tersebut mencakup teknologi hibrida dan penggerak listrik murni atau full-electric.

Dari sisi dimensi, SUV baru Alfa Romeo diperkirakan akan memiliki ukuran lebih besar dibandingkan Tonale dan mendekati dimensi Alfa Romeo Stelvio.

Strategi tersebut menunjukkan bahwa Alfa Romeo tetap berupaya mempertahankan karakter khasnya, sembari memberikan fleksibilitas kepada konsumen dalam memilih teknologi penggerak sesuai kebutuhan.

Selain SUV baru, Alfa Romeo juga tengah mengembangkan penerus Giulietta, hatchback kompak yang produksinya dihentikan pada 2020.

Namun, model terbaru Giulietta tidak akan hadir sebagai hatchback konvensional maupun SUV murni.

Santo Ficili menjelaskan, penggunaan baterai yang ditempatkan di lantai kendaraan dapat memengaruhi proporsi dan ketinggian mobil. Meski demikian, konfigurasi tersebut juga menawarkan keuntungan dari sisi ruang kabin dan kenyamanan penumpang.

"Penempatan baterai di lantai menghasilkan ground clearance yang sedikit lebih tinggi. Ini memastikan ruang kepala (headroom) dan kenyamanan lebih besar bagi penumpang tanpa harus menjadi sebuah crossover," ungkap Ficili.

Pendekatan tersebut membuka peluang bagi Alfa Romeo untuk mengembangkan kendaraan dengan karakter berbeda dari hatchback tradisional, tanpa harus mengubahnya menjadi SUV.

Kendati demikian, Alfa Romeo belum mengumumkan secara terperinci spesifikasi teknis maupun jadwal peluncuran penerus Giulietta. Model tersebut dipastikan disiapkan setelah debut SUV segmen C pada 2028.

 

Alfa Romeo Giulia dan Stelvio Bertahan hingga 2027

Sedan Alfa Romeo Giulia tampil gagah dalam balutan edisi khusus Luna Rossa di booth Paris Motor Show. (Carscoops)

Di tengah persiapan menghadirkan model-model baru, Alfa Romeo juga mengambil langkah untuk mempertahankan Giulia dan Stelvio generasi saat ini hingga akhir 2027.

Keputusan tersebut diambil setelah pabrikan mengevaluasi kembali rencana transisi menuju kendaraan listrik sepenuhnya.

Sebelumnya, Alfa Romeo memiliki ambisi untuk mempercepat elektrifikasi jajaran produknya. Namun, perubahan strategi dilakukan agar pengembangan kendaraan dapat menyesuaikan kondisi pasar dan kebutuhan konsumen.

Untuk sedan segmen D generasi berikutnya, Alfa Romeo masih akan mengevaluasi berbagai kemungkinan pengembangan.

Salah satu opsi yang berpotensi digunakan adalah evolusi platform Giorgio dengan konfigurasi penggerak roda belakang atau rear-wheel drive (RWD).

Platform Giorgio selama ini menjadi fondasi bagi sejumlah model Alfa Romeo, termasuk Giulia dan Stelvio. Karakter penggerak roda belakang juga menjadi salah satu elemen yang mendukung reputasi kedua model tersebut dalam hal dinamika berkendara.

Meski demikian, Alfa Romeo belum memastikan spesifikasi maupun jadwal peluncuran generasi berikutnya dari kedua model tersebut.

Di luar pengembangan mobil untuk pasar yang lebih luas, Alfa Romeo juga menyiapkan proyek kendaraan eksklusif melalui divisi khusus Bottega Fuoriserie.

Divisi ini tengah menggarap penerus supercar Alfa Romeo 33 Stradale yang mengambil inspirasi dari mobil klasik merek tersebut.

Salah satu aspek menarik dari proyek ini adalah kemungkinan tersedianya pilihan transmisi manual. Opsi tersebut berpotensi menjadi daya tarik bagi penggemar mobil sport yang masih menginginkan pengalaman berkendara lebih melibatkan pengemudi.

Selain itu, Alfa Romeo juga dikabarkan mengembangkan proyek khusus bersama Maserati.

Meski detail mengenai supercar penerus 33 Stradale tersebut belum diungkap secara lengkap, proyek ini memperlihatkan bahwa Alfa Romeo tetap memberi perhatian pada kendaraan berperforma tinggi dan model eksklusif.

Kehadiran Cuorerosso Concept di Paris Motor Show 2026 pun menjadi gambaran arah pengembangan Alfa Romeo ke depan. Meski bukan calon langsung pengganti Giulia, mobil konsep ini membawa pesan mengenai keberlanjutan identitas desain khas Italia di tengah perubahan industri otomotif menuju elektrifikasi.

Dengan rencana menghadirkan SUV baru, penerus Giulietta, serta supercar eksklusif, Alfa Romeo berupaya menyeimbangkan inovasi teknologi dengan karakter desain dan performa yang selama ini menjadi ciri khasnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya