Thailand Izinkan Petugas Buka Koper Tanpa Pemilik, Ini Aturan Pemeriksaannya

Petugas boleh buka koper tanpa pemilik disebut bertujuan mengurangi keterlambatan di bandara Thailand.

oleh Nurri Indah KholillahDiterbitkan 13 Oktober 2026, 21:00 WIB
Ilustrasi Para pelancong, dalam aturan bagasi yang diterepakan Thailand, harap menggunakan sistem keamanan bagasi. (dok. Rach Teo/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Aturan pemeriksaan bagasi terdaftar di Thailand akan berubah mulai Jumat, 16 Oktober 2026. Otoritas Penerbangan Sipil negara itu (CAAT) mengizinkan petugas keamanan membuka bagasi tanpa kehadiran pemiliknya jika hasil pemindaian mendeteksi benda mencurigakan yang berpotensi mengancam keselamatan penerbangan.

Melansir The Thaiger, Selasa, 13 Oktober 2026, CAAT menyampaikan klarifikasi mengenai prosedur tersebut pada Minggu, 11 Oktober 2026. Pemeriksaan tambahan dapat dilakukan jika pemindaian menunjukkan ketidakberesan atau memunculkan kekhawatiran terkait keamanan.

Petugas wajib mengikuti prosedur yang berlaku dan memastikan tindakan tetap sebanding dengan tingkat risiko. Pembukaan bagasi tanpa kehadiran penumpang hanya diperbolehkan dalam kondisi yang berkaitan dengan ancaman keamanan penerbangan.

Petugas harus melakukan pemeriksaan di area khusus, merekam prosesnya, serta menyimpan foto dan bukti temuan untuk keperluan peninjauan oleh pihak berwenang. Petugas juga wajib menempatkan pemberitahuan di dalam bagasi untuk menjelaskan bahwa pemeriksaan telah dilakukan.

Penumpang akan menerima informasi setelah proses tersebut selesai sehingga dapat mengetahui alasan bagasi mereka dibuka. CAAT menjelaskan bahwa prosedur ini juga bertujuan mengurangi keterlambatan di bandara.

Petugas dapat segera memeriksa bagasi yang terindikasi mencurigakan tanpa harus mencari pemiliknya terlebih dahulu, terutama ketika penumpang sudah berada di area keberangkatan atau lokasi lain di terminal.

Penumpang yang menemukan barang hilang atau menduga bagasinya diperiksa secara tidak semestinya dapat meminta operator bandara meninjau kejadian tersebut. Peninjauan mencakup prosedur pemeriksaan dan bukti dokumentasi untuk membantu memastikan tindakan petugas sesuai ketentuan yang berlaku di bandara Thailand.

Hal yang Harus Dilakukan Penumpang

Aturan bagasi Thailand ditetapkan guna apabila terdapt barang larangn dan membahayakn keselamatan. (Mladen ANTONOV/AFP)

CAAT merekomendasikan penggunaan kunci bagasi berstandar TSA yang dapat dibuka petugas dengan peralatan khusus jika pemeriksaan diperlukan. Langkah ini dapat mengurangi risiko kerusakan koper.

Namun, penggunaan kunci tersebut tidak wajib. Penumpang sebaiknya menyimpan uang tunai, perhiasan, paspor, dan dokumen penting di tas kabin.

Hindari membawa barang mudah pecah dalam bagasi terdaftar. Periksa juga ketentuan barang terlarang dari maskapai dan negara tujuan sebelum mengemas barang.

Sebagai langkah pencegahan, foto koper sebelum menyerahkannya kepada petugas dan simpan tanda terima bagasi hingga koper diambil. CAAT menegaskan bahwa tidak semua bagasi akan dibuka.

Pemeriksaan tanpa kehadiran penumpang hanya dilakukan jika pemindaian menunjukkan potensi ancaman keamanan. Petugas wajib merekam prosesnya dan memberi tahu penumpang setelah pemeriksaan melalui pemberitahuan di dalam bagasi.

Tuai Pro Kontra

Aturan bagasi Thailand pun mengikuti sejumlah negara-negara besar yang melakukan praktik tersebut. (Jack TAYLOR/AFP)

Melansir The Pattaya News, aturan baru pemeriksaan bagasi di Thailand menuai kekhawatiran di media sosial, terutama terkait privasi penumpang. Sejumlah komentator mempertanyakan kewenangan petugas membuka koper berisi pakaian, obat-obatan, dan barang pribadi tanpa kehadiran pemiliknya.

Pemberitahuan berupa kertas yang ditinggalkan di dalam bagasi juga menjadi sorotan. Menanggapi hal tersebut, CAAT menegaskan bahwa pemeriksaan hanya dilakukan jika ditemukan indikasi masalah keamanan.

Petugas wajib merekam prosesnya, meninggalkan pemberitahuan di dalam koper, serta menyimpan dokumentasi yang dapat ditinjau kembali.

CAAT menyebut prosedur ini sejalan dengan standar penerbangan sipil internasional yang diterapkan di Singapura, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, serta sejumlah wilayah di Timur Tengah dan Eropa.

Tips Menyiapkan Bagasi agar Aman

Aturan bagasi Thailand ditetapkan guna apabila terdapt barang larangn dan membahayakan keselamatan. (AP Photo/Thibault Camus)

CAAT menyebut pemeriksaan bagasi tanpa kehadiran penumpang dapat memperlancar proses keberangkatan dan mengurangi risiko keterlambatan. Petugas tidak perlu menunggu pemilik koper untuk melakukan pemeriksaan lanjutan jika ditemukan indikasi masalah keamanan.

Untuk mengurangi risiko kerusakan koper, penumpang disarankan menggunakan kunci berstandar Transportation Security Administration (TSA). Kunci tersebut dapat dibuka petugas berwenang menggunakan alat khusus apabila pemeriksaan diperlukan.

Penumpang juga perlu memeriksa daftar barang terlarang dan berbahaya melalui maskapai atau pihak bandara sebelum mengemas barang. Uang tunai, dokumen penting, barang berharga, dan benda mudah pecah sebaiknya dibawa dalam tas kabin.

Pemeriksaan tambahan dapat berlangsung di bandara keberangkatan, bandara transit, maupun saat tiba di tujuan akhir. Karena itu, penumpang perlu memastikan barang bawaan sesuai ketentuan penerbangan agar proses pemeriksaan berjalan lancar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya