Menteri LH Blak-blakan Kendala Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Pemerintah terus mengerahkan puluhan ribu personel untuk memadamkan api, meski menghadapi keterbatasan air dan kendala operasi pemadaman melalui udara.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 13 Oktober 2026, 14:44 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat saat memberikan penjelasan usai mengikuti Word Lake Day di Universitas Indonesia, Depok. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat berharap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah segera selesai dalam beberapa pekan ke depan. Pemerintah terus mengerahkan puluhan ribu personel untuk memadamkan api, meski menghadapi keterbatasan air dan kendala operasi pemadaman melalui udara.

Jumhur mengatakan, intensitas kebakaran mulai berkurang sehingga pemerintah berharap upaya pemadaman dapat segera menuntaskan kebakaran di kedua provinsi tersebut.

"Jadi mudah-mudahan dengan bantuan doa dan semuanya, kerja keras di bawah, itu bisa segera selesai," ujar Jumhur seusai acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Jumhur menuturkan, pemerintah memperkirakan penanganan karhutla masih membutuhkan waktu beberapa pekan. Menurut dia, perkiraan tersebut setelah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kalau tadi ngobrol dengan BNPB ya beberapa minggu ke depan lah. Tapi mungkin dengan intensitas yang udah mulai berkurang," ujar dia.

Jumhur menjelaskan keterbatasan air dan kendala operasi water bombing masih menghambat pemadaman api. Meski demikian, pemerintah mengapresiasi pihak yang ingin memberikan bantuan dan akan menyesuaikan dukungan dengan kebutuhan di lapangan.

Pemerintah akan mengkaji efektivitas bantuan tambahan, termasuk dukungan operasi pemadaman melalui udara, agar bantuan yang masuk dapat mempercepat penanganan karhutla.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya