Harga Selangit, Florian Wirtz dan Bradley Barcola Terbebani Warisan Mohamed Salah

Florian Wirtz dan Bradley Barcola menghadapi ekspektasi tinggi di Liverpool. Michael Owen menilai kesuksesan Mohamed Salah ikut memengaruhi tekanan terhadap ked

oleh Naila AdzkhiaDiterbitkan 14 Oktober 2026, 13:00 WIB
Pemain Liverpool Bradley Barcola (tengah) mengontrol bola dalam laga Premier League Inggris antara Ipswich vs Liverpool di Ipswich, Inggris, Jumat, 4 September 2026. (AP Photo/Dave Shopland)

Liputan6.com, Jakarta - Florian Wirtz dan Bradley Barcola menghadapi tekanan besar di Liverpool setelah didatangkan dengan biaya transfer selangit. Keduanya diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan, tetapi performa yang ditunjukkan sejauh ini belum memenuhi ekspektasi. Kesuksesan Mohamed Salah bersama Liverpool dinilai turut membentuk standar tinggi yang sulit mereka penuhi.

Pandangan tersebut disampaikan oleh mantan striker Liverpool, Michael Owen. Menurut dia, produktivitas Salah membuat pemain-pemain baru dengan harga mahal ikut dibebani tuntutan untuk menghasilkan angka serupa. Padahal, tidak mudah bagi pemain lain untuk menyamai pencapaian penyerang asal Mesir tersebut.

Liverpool merekrut Wirtz dari Bayer Leverkusen pada Juni tahun lalu dengan nilai transfer mencapai 116 juta poundsterling. Sementara itu, Barcola bergabung dari Paris Saint-Germain pada bursa transfer musim panas dengan biaya 123 juta poundsterling. Keduanya diharapkan menjadi tambahan penting bagi lini serang Liverpool.

Namun, penampilan mereka belum sesuai dengan harapan. Dalam kekalahan 0-3 dari Manchester City di Anfield pada Minggu, Wirtz kesulitan memberikan dampak berarti, sedangkan Barcola dinilai kurang berani menantang bek kanan City, Matheus Nunes. Penampilan tersebut kembali menyoroti besarnya ekspektasi terhadap rekrutan mahal Liverpool.


Michael Owen Soroti Tekanan akibat Transfer Mahal

Mantan pemain sepak bola Inggris, Michael Owen, terlihat sebelum pertandingan UEFA Nations League antara Hungaria dan Inggris di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, pada 4 Juni 2022. (Peter KOHALMI/AFP)

Dalam wawancara yang dikutip Goal, Owen menilai besarnya pengeluaran Liverpool membuat pemain-pemain dengan harga transfer tinggi lebih mudah menjadi sasaran kritik ketika tim tidak tampil sesuai harapan. Menurut dia, perhatian publik akan tertuju kepada para pemain mahal saat performa klub menurun, terlebih jika mereka datang ketika tim sebelumnya mampu menunjukkan hasil yang lebih baik.

Meski demikian, Owen tidak menganggap Wirtz dan Barcola sebagai pemain yang buruk. Ia justru menilai keduanya memiliki kualitas istimewa. Persoalannya, performa Liverpool yang belum memuaskan membuat kontribusi para pemain anyar tersebut belum terlihat sepadan dengan besarnya investasi klub.


Kesuksesan Mohamed Salah Jadi Standar Tinggi

Real Madrid dan Bayern Munchen sama-sama mengungkapkan ketertarikannya untuk merekrut bintang Liverpool, Mohammed Salah. (AFP/Oli Scarff)

Owen menilai pencapaian Salah turut menciptakan ekspektasi besar bagi pemain yang datang ke Liverpool dengan biaya transfer fantastis. Klub tentu berharap investasi tersebut menghasilkan kontribusi nyata, tetapi tuntutan untuk menyamai produktivitas Salah menjadi tantangan tersendiri bagi Wirtz dan Barcola.

Owen berpandangan bahwa klub akan mengharapkan angka kontribusi seperti yang ditorehkan Salah untuk membenarkan biaya transfer sebesar itu. Namun, ia juga menyadari bahwa tidak ada jaminan pemain baru mampu mendekati pencapaian sang penyerang. Ekspektasi tersebut pun menjadi salah satu persoalan yang harus dihadapi Liverpool dalam memaksimalkan rekrutan mereka.


Michael Owen Masih Yakin dengan Kualitas Florian Wirtz

Secara khusus, Owen menegaskan bahwa dirinya tidak meragukan kemampuan Wirtz. Ia merujuk pada penampilan sang gelandang di kompetisi lain dan bersama tim nasional Jerman sebagai bukti bahwa pemain tersebut memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi.

Meski begitu, Owen menilai Liverpool harus segera menemukan cara untuk mengeluarkan kemampuan terbaik Wirtz. Ia menyoroti performa sang gelandang yang dinilai belum memenuhi ekspektasi selama lebih dari satu musim. Bagi Owen, tantangan terbesar bukan membuktikan bahwa Wirtz memiliki bakat, melainkan memastikan potensi tersebut benar-benar terlihat saat mengenakan seragam Liverpool.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya