Analisis BMKG: Pemicu Gempa Magnitudo 4,9 di Barat Daya Jembrana

Guncangan dirasakan sejumlah daerah di Jawa Timur.

oleh HermawanDiterbitkan 13 Oktober 2026, 13:07 WIB
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Jembrana

Liputan6.com, Jakarta - Wilayah Jawa Timur bagian selatan dan sebagian Pulau Bali diguncang gempa bumi tektonik pada Selasa (13/10/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat guncangan terjadi tepat pukul 11:00 WIB dengan magnitudo pemutakhiran M 4,9.

​Berdasarkan hasil analisis episenter, pusat gempa bumi berada di laut pada koordinat 9,45 LS dan 113,95 BT, atau berjarak sekitar 141 km barat daya Jembrana, Bali, dengan kedalaman hiposenter yang tergolong dangkal, yakni 12 kilometer.

​Kepala Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan gempa dipicu aktivitas sesar bawah laut.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar bawah laut," ujarnya, Selasa (13/10/2026)

​

Daerah Rasakan Guncangan

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah di Jawa Timur dan Bali dengan skala intensitas yang bervariasi. Di Jember, Kuta Selatan, Denpasar, Karangasem, dirasakan pada skala II MM,

"Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seakan-akan truk berlalu," ujarnya

Sementara di Malang, Blitar, Bondowoso, Lumajang, Dirasakan pada skala II. Meskipun berpusat di laut, BMKG menegaskan bahwa menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

​Hingga pukul 11:25 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum ada tanda-tanda aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Situasi secara umum relatif kondusif dan masyarakat diimbau untuk tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

​"Masyarakat diharapkan memastikan informasi resmi hanya bersumber langsung dari saluran komunikasi BMKG," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya