Menhut Buka Suara soal Karhutla Meluas Kepung Kalimantan

Menhut Buka Suara soal Karhutla Meluas Kepung Kalimantan

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 13 Oktober 2026, 12:23 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di sela kegiatan Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026) (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel). Peninjauan ini dilakukan Raja Juli untuk memastikan penanganan berjalan secara maksimal serta kondisi titik panas (hotspot) di wilayah tersebut terus mengalami penurunan.

Raja Juli melakukan peninjauan di lokasi karhutla yang berada di Hutan Lindung Liang Anggang, Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, bersama Gubernur Kalsel H. Muhidin pada Senin 12 Oktober 2026.

"Per hari ini tercatat Alhamdulillah Kalimantan Selatan angka hotspot-nya terbaik di Kalimantan. Kita masih punya tantangan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat namun hal itu tidak membuat kita terlena," ujar Raja Juli berdasarkan keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Raja Juli meninjau secara langsung kondisi lokasi karhutla sekaligus memantau proses penanganan yang tengah dilakukan oleh para petugas di lapangan.

Dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat aktif dalam upaya pemadaman dan penanganan karhutla, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, Kapolda, Danrem, Masyarakat Peduli Api (MPA), Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), hingga para relawan.

 

Data Hotspot di Kalimantan

Raja Juli pun menyoroti, berdasarkan data Sipongi Kemenhut, kondisi hotspot di Kalimantan Selatan mencatatkan angka terendah se-Kalimantan.

Kendati demikian, dia mengingatkan agar capaian positif tersebut tidak membuat pemerintah maupun seluruh tim gabungan di lapangan menjadi lengah.

Berdasarkan data Sipongi Kemenhut per 11 Oktober 2026 pukul 23.59 WIB, total akumulasi hotspot di enam provinsi prioritas tercatat sebanyak 519 titik.

Secara khusus di wilayah Pulau Kalimantan, Provinsi Kalimantan Tengah masih menjadi daerah dengan jumlah hotspot tertinggi yakni mencapai 199 titik, meski angka tersebut sudah mengalami penurunan dari sebelumnya 288 titik pada 10 Oktober.

Sementara itu, Kalimantan Selatan tercatat mengalami penurunan signifikan dari 28 titik menjadi 15 titik. Di sisi lain, Provinsi Kalimantan Barat mencatatkan kenaikan dari 44 titik menjadi 68 titik.

Untuk wilayah Sumatra, Provinsi Sumatra Selatan tercatat memiliki 223 hotspot, Riau 14 titik, dan Jambi berada di angka 0 titik.

Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat koordinasi penanganan karhutla, khususnya pada wilayah-wilayah yang masih menghadapi tantangan kebakaran cukup tinggi.

"Saya minta seluruh pihak terus menjaga kerja sama dan kekompakan di lapangan. Kita bekerja maksimal untuk memastikan karhutla dapat ditangani dengan baik," tegas Raja Juli.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya