IHSG Merosot Tinggalkan 5.900, Analis Ungkap Pemicunya

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan koreksi pada perdagangan saham Selasa,, (13/10/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 13 Oktober 2026, 10:00 WIB
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meninggalkan posisi 5.900 pada perdagangan saham Selasa pagi (13/10/2026).Analis mengungkapkan tekanan IHSG hari ini, salah satunya dipicu nilai tukar rupiah.

Berdasarkan data RTI, saat dipantau pukul 09.50 WIB, IHSG turun 0,84% menjadi 5.886. Jika melihat data Yahoo Finance, pergerakan IHSG mendekati level terendah pada 3 Juli 2026 yang ditutup di posisi 5.875.

Indeks saham LQ45 terpangkas 1,1% menjadi 584.Sebagian besar indeks saham acuan tertekan pada awal sesi perdagangan.

IHSG berada di level tertinggi 5.918,29 dan level terendah 5.826,67. Sebanyak 412 saham melemah sehingga bebani IHSG. 202 saham menguat dan 159 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 520.380 k ali dengan volume perdagangan saham 14,8 miliar asham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.928.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, koreksi IHSG didorong sejumlah faktor. Pertama, nilai tukar rupiah yang terdepresiasi atas dolar Amerika Serikat dan saat ini berada di 17.957. Kedua, pasar mencermati perkembangan konflik Houthi dan Arab Saudi akan memicu kenaikan harga energi dan kekhawatiran pasar akan inflasi energi ke depannya.

"Isu MSCI seperti yang disampaikan kemarin, di mana status pembekuan pasar Indonesia akan dicabut pada semester II 2027, dan aka nada sanksi dari OJK apabila pada investigasi-nya terkait manipulasi harga,” tutur Herditya.

Seiring sentimen itu, Herditya mengingatkan untuk wait and see dahulu sambil menunggu sinyal pembalikan arah. Ia menuturkan, tekanan IHSG akan berkurang jika sentimen sudah sedikit mereda terutama dari MSCI dan Self Regulatory Organization (SRO).

Pembukaan IHSG 13 Oktober 2026

Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi pada perdagangan saham Selasa, (13/10/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham tertekan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sentuh 17.930.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka turun 0,36% menjadi 5.914,98. Saat dipantau pukul 09.07 WIB, IHSG terpangkas 0,53% menjadi 5.897,42. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,69% menjadi 585.Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Pada perdagangan saham Selasa pagi, IHSG berada di level tertinggi 5.918,29 dan level terendah 5.878,19. Sebanyak 371 saham melemah sehingga bebani IHSG. 187 saham menguat dan 164 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 182.774 kali dengan volume perdagangan saham 3,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.930.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham consumer siklikal turun 1,74%, dan catat koreksi saham terbesar. Sektor saham energi merosot 1,25%, sektor saham basic terpangkas 1,51%, sektor saham industri tergelincir 1,3%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal merosot 0,69%. Sektor saham kesehatan terpangkas 0,24%, sektor saham keuangan turun 1,15%, sektor saham properti terperosok 0,89%. Lalu sektor saham teknologi turun 1,24%, sektor saham infrastruktur tergelincir 1,29% dan sektor saham transportasi melemah 1,27%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya