Liputan6.com, Paris - Seorang siswa berusia 14 tahun ditahan setelah diduga menembak dan melukai kepala sekolah serta seorang guru di sebuah sekolah menengah pertama di Aubagne, Prancis selatan, menggunakan senapan berburu yang disembunyikan di dalam kotak gitarnya.
Dikutip dari Al Jazeera, Selasa (13/10/2026), insiden penembakan itu terjadi di Joseph Lakanal Middle School pada Senin. Sejumlah siswa berlarian mencari perlindungan setelah pelaku melepaskan beberapa tembakan di lingkungan sekolah.
Advertisement
Jaksa Penuntut Umum Marseille, Nicolas Bessone, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pelaku melepaskan satu atau dua tembakan di lantai pertama sekolah. Tembakan tersebut mengenai kaki kepala sekolah dan seorang guru.
Pelaku kemudian naik ke lantai dua dan kembali melepaskan dua tembakan.
Seorang staf sekolah berhasil melucuti senjata pelaku sebelum polisi tiba dan menangkapnya, kata Wali Kota Aubagne, Jean-Pierre Squillari, kepada wartawan.
Selain kepala sekolah dan guru, satu orang lainnya mengalami luka akibat terserempet tembakan di kota yang terletak dekat Marseille tersebut.
Polisi mengatakan kepala sekolah dan guru yang tertembak tidak berada dalam kondisi kritis. Amunisi yang digunakan dalam penembakan itu merupakan jenis yang digunakan pada senapan kaliber 12 (12-gauge shotgun).
Siswa Panik dan Berlarian Menyelamatkan Diri
Seorang siswa mengatakan kepada Reuters bahwa guru matematikanya sempat menganggap suara tembakan pertama sebagai kebisingan dari pekerjaan konstruksi di sekitar sekolah.
Namun, setelah terdengar suara tembakan berikutnya, alarm berbunyi dan para siswa berhamburan keluar dari ruang kelas menuju koridor.
"Kami panik; kami berlari," kata siswa tersebut.
Ia menjelaskan bahwa terdapat dua jalur untuk menyelamatkan diri, yakni satu lorong menuju gedung olahraga dan satu jalur menuju luar sekolah.
"Insting untuk bertahan hidup mengambil alih, dan saya berlari ke arah luar," ujarnya.
Menteri Pendidikan Prancis, Edouard Geffray, turut menanggapi insiden tersebut melalui media sosial X.
"Tindakan yang tidak dapat diterima ini kembali menjadi bukti meningkatnya kekerasan yang tidak terkendali di masyarakat kita, yang harus kita semua lawan," tulis Geffray.
Kantor Perdana Menteri Prancis mengatakan bahwa menteri dalam negeri dan menteri pendidikan sedang menuju lokasi kejadian.
Penembakan di Sekolah Jarang Terjadi di Prancis
Kekerasan bersenjata yang dilakukan siswa di sekolah tergolong jarang terjadi di Prancis.
Pada 2017, seorang siswa berusia 16 tahun yang membawa senapan, pistol, dan sebuah granat kecil melepaskan tembakan di sebuah sekolah menengah atas di wilayah selatan Prancis. Insiden tersebut melukai tiga siswa dan kepala sekolah.
Sementara itu, belum ada informasi awal yang menunjukkan bahwa penembakan di Aubagne berkaitan dengan aksi protes siswa sekolah menengah atas yang telah berlangsung di Prancis selama beberapa pekan terakhir.
Aksi protes tersebut menuntut peningkatan sumber daya dan dukungan bagi sekolah.