Kobbie Mainoo Ungkap Pelajaran Penting dari Masa Sulit di Manchester United Era Ruben Amorim

Kobbie Mainoo mengungkap pelajaran kesabaran saat minim bermain di Manchester United era Ruben Amorim. Kini, kondisinya dipantau jelang laga kontra Atletico Mad

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 13 Oktober 2026, 09:28 WIB
Gelandang Manchester United asal Inggris bernomor punggung 37, Kobbie Mainoo, melakukan pemanasan sebelum pertandingan Liga Inggris antara Burnley dan Manchester United di Turf Moor, Burnley, barat laut Inggris pada 7 Januari 2026. (Oli SCARFF/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kobbie Mainoo mengaku belajar banyak tentang kesabaran saat menghadapi masa sulit bersama Manchester United di bawah asuhan Ruben Amorim. Gelandang muda Inggris itu harus menerima minimnya kesempatan bermain sebelum kembali mendapat peran penting setelah Michael Carrick menangani tim utama.

Mainoo sebelumnya mendapat kesempatan menembus skuad senior Manchester United pada era Erik ten Hag. Ia kemudian menjadi bagian penting tim, termasuk mencetak gol dalam kemenangan 2-1 atas Manchester City pada final Piala FA 2024.

Situasinya berubah setelah Ten Hag dipecat dan Amorim mengambil alih kursi pelatih. Meski mencatatkan 40 penampilan di bawah arahan pelatih asal Portugal tersebut, Mainoo lebih sering bermain sebagai pemain pengganti dan tidak sekali pun tampil penuh selama 90 menit di Premier League pada paruh pertama musim lalu.

Pada Agustus 2025, Mainoo sempat meminta dipinjamkan ke klub lain karena merasa peluang bermainnya terbatas, tetapi Manchester United menolak permintaan tersebut. Kini, setelah kembali mendapat kepercayaan di bawah Carrick, ia berpeluang membantu Setan Merah menghadapi Atletico Madrid dalam pertandingan Liga Champions.


Mainoo Belajar Kesabaran saat Jarang Bermain

Gelandang Manchester United, Kobbie Mainoo. (Oli Scarff/AFP)

Periode di bawah kepemimpinan Amorim menjadi pengalaman berharga bagi Mainoo, meski ia tidak mendapatkan menit bermain sebanyak yang diharapkan. Gelandang berusia muda itu menyadari pentingnya menjaga kebiasaan sehari-hari agar tetap siap ketika kesempatan kembali datang.

Dalam perbincangan dengan mantan gelandang legendaris Clarence Seedorf menjelang pertandingan melawan Atletico Madrid, Mainoo menjelaskan bahwa masa sulit tersebut membantunya membangun rutinitas yang lebih disiplin. Ia berusaha berfokus pada hal-hal yang masih bisa dikendalikan, terutama aktivitas di luar lapangan.

"Saya belajar banyak hal di luar lapangan, seperti kesabaran. Pengalaman itu banyak membantu saya membangun rutinitas," kata Mainoo.

"Saya hanya bisa mengendalikan hal-hal yang memang bisa saya kendalikan, yaitu rutinitas dan apa yang saya lakukan di luar lapangan agar tetap tajam dan berusaha menjaga kebugaran. Saya rasa hal itu juga sangat membantu saya dalam hal kedisiplinan," lanjutnya.


Mainoo Berusaha Tetap Siap Menunggu Kesempatan

Pelatih interim Manchester United, Michael Carrick, meninggalkan lapangan bersama Kobbie Mainoo dari Manchester United di akhir pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Liverpool di Manchester, Inggris, Minggu, 3 Mei 2026. (Foto AP/Dave Thompson)

Mainoo mengakui bahwa menjalani musim ketika jarang dimainkan bukan perkara mudah. Meski tidak mengetahui kapan situasinya akan berubah, ia berusaha mempertahankan intensitas latihan dan mempersiapkan diri seolah-olah pertandingan berikutnya akan menjadi kesempatan bermain.

Kesempatan itu akhirnya datang setelah Amorim meninggalkan Manchester United dan Carrick mengambil alih sebagai pelatih interim pada Januari. Carrick langsung memasukkan Mainoo ke susunan pemain utama dalam derbi Manchester, lalu sang gelandang terus menunjukkan performa yang membuatnya kembali menjadi bagian penting tim.

"Tidak, itu tidak mudah. Ketika Anda tidak bermain, musim terasa panjang dan bahkan ketika Anda tidak melihat kapan situasi itu akan berakhir, Anda harus terus berlatih dan bekerja seolah-olah pertandingan berikutnya adalah kesempatan Anda," ujar Mainoo.

"Jadi, itulah hal terpenting, yaitu tetap siap," imbuhnya.

Sumber: Manchester Evening News


Persaingan Sengit di Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya