Kabut Asap Karhutla di Kalimantan Ancam Kesehatan dan Lumpuhkan Aktivitas Warga

oleh Budy SantosoDiterbitkan 13 Oktober 2026, 08:20 WIB
Kabut Asap Karhutla di Kalimantan Ancam Kesehatan dan Lumpuhkan Aktivitas Warga
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan memicu kabut asap pekat yang berdampak pada kesehatan masyarakat dan aktivitas sehari-hari. Asap hasil pembakaran vegetasi, termasuk lahan gambut, mengandung partikel halus PM2.5 yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan memperburuk gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak, lansia, serta warga dengan penyakit pernapasan. Kabut asap juga mengurangi jarak pandang di sejumlah jalur transportasi sehingga meningkatkan risiko kecelakaan dan menghambat mobilitas masyarakat. Kondisi udara yang memburuk turut mengganggu kegiatan belajar mengajar, aktivitas pekerja harian, serta operasional usaha kecil yang bergantung pada aktivitas luar ruangan. Di sejumlah wilayah, warga harus membatasi kegiatan di luar rumah dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap. Dampak karhutla tidak hanya dirasakan masyarakat di sekitar titik kebakaran, tetapi juga berpotensi meluas mengikuti arah angin. Penanganan kebakaran, pemulihan kualitas udara, serta perlindungan kesehatan warga menjadi tantangan penting untuk mengurangi dampak kabut asap.
Seorang ibu bersama anaknya yang mengenakan masker melihat kondisi sekitar dari atas jembatan di tengah kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (12/10/2026). Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia, Malaysia, dan Singapura selama beberapa pekan terakhir akibat kebakaran yang melanda kawasan hutan di Kalimantan dan Sumatra. Asap dari kebakaran tersebut terbawa angin hingga melintasi wilayah regional dan berdampak pada kualitas udara. (Reina/AFP)
Seorang perempuan mengenakan masker saat membeli sayuran di pasar tradisional di tengah kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (12/10/2026). Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia, Malaysia, dan Singapura selama beberapa pekan terakhir akibat kebakaran yang melanda kawasan hutan di Kalimantan dan Sumatra. Asap kebakaran terbawa angin hingga melintasi wilayah regional dan berdampak pada kualitas udara. (REINA/AFP)
Seekor monyet ekor panjang mencari minuman di tengah kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (10/10/2026). Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia, Malaysia, dan Singapura selama beberapa pekan terakhir akibat kebakaran yang melanda kawasan hutan di Kalimantan dan Sumatra. Asap kebakaran terbawa angin hingga melintasi wilayah regional dan berdampak pada kualitas udara. (REINA/AFP)
Sepasang warga mengendarai sepeda motor menerobos kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Sabtu (10/10/2026). Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia, Malaysia, dan Singapura selama beberapa pekan terakhir akibat kebakaran yang melanda kawasan hutan di Kalimantan dan Sumatra. Asap kebakaran terbawa angin hingga melintasi wilayah regional dan berdampak pada kualitas udara. (MUDA SAGALA/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya