Liputan6.com, Kathmandu - Lebih dari 100 pendaki asing terjebak di sejumlah lokasi di Nepal tengah setelah banjir sungai pada akhir pekan menghanyutkan jalur pendakian dan jembatan. Otoritas setempat menyatakan upaya penyelamatan masih berlangsung dan akan dilanjutkan pada Selasa (13/10/2026).
Dikutip dari Channel News Asia, pada Senin, petugas berhasil menyelamatkan 321 orang, termasuk 12 warga negara asing, setelah tanah longsor yang terjadi menjelang fajar pada akhir pekan memblokir aliran Sungai Budhi Gandaki di Distrik Gorkha. Wilayah tersebut terletak sekitar 100 kilometer di sebelah barat Kathmandu, ibu kota Nepal.
Advertisement
Material longsor yang menutup aliran sungai memicu banjir di wilayah hilir. Militer Nepal menyatakan operasi penyelamatan akan berlanjut pada Selasa, meskipun ketinggian air sungai telah surut.
Sungai Budhi Gandaki merupakan anak sungai Trishuli. Di wilayah hilir, Sungai Trishuli memiliki anak sungai lain yang mengalami banjir dahsyat pada Agustus lalu setelah terjadi keruntuhan gletser. Bencana tersebut menewaskan 1.457 orang, sementara ribuan lainnya masih dinyatakan hilang.
Lebih dari 100 Pendaki Asing Masih Terjebak
Hingga Senin, belum ada laporan korban jiwa akibat banjir terbaru tersebut. Namun, lima warga desa belum dapat dihubungi setelah lumpur hitam pekat dan puing-puing menerjang permukiman, menghanyutkan rumah, serta merusak infrastruktur, termasuk tiga pembangkit listrik tenaga air.
Otoritas penanggulangan bencana nasional Nepal melaporkan kerusakan tersebut.
Sementara itu, Bhuwan Raj Ojha, pejabat Proyek Kawasan Konservasi Manaslu yang mencakup jalur trekking populer, mengatakan lebih dari 100 pendaki asing masih terjebak di berbagai lokasi. Mereka belum bisa kembali karena sebagian jalur pendakian telah hanyut tersapu banjir.
"Para pendaki yang ingin kembali karena banjir perlu diselamatkan. Mereka yang ingin melanjutkan pendakian dapat melakukannya dari lokasi-lokasi yang aman," kata Ojha.
Ia menambahkan, terdapat restoran dan rumah teh di sepanjang jalur pendakian yang masih berada dalam kondisi aman.
"Ada restoran dan rumah teh di sepanjang jalur tersebut. Tempat-tempat itu aman," ujarnya.
Banjir Diduga Dipicu Bendungan Alami akibat Longsor
Pusat Internasional untuk Pembangunan Pegunungan Terpadu (ICIMOD) menyatakan, banjir terbaru tersebut kemungkinan dipicu oleh jebolnya sumbatan sementara di sungai yang terbentuk akibat tanah longsor.
Dugaan awal itu didasarkan pada laporan otoritas Nepal yang ditelaah oleh ICIMOD.
Direktur Jenderal ICIMOD, Pema Gyamtsho, mengatakan peristiwa tersebut kembali mengingatkan bahwa masyarakat pegunungan dan wilayah di sepanjang aliran sungai masih rentan terhadap rangkaian bencana yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
"Peristiwa ini menjadi pengingat lain tentang betapa rentannya masyarakat pegunungan dan kawasan di sepanjang aliran sungai terhadap bahaya beruntun yang terjadi secara tiba-tiba," kata Gyamtsho.
Menurut dia, upaya penanganan dan penyelamatan harus tetap menjadi prioritas utama. Namun, memahami penyebab banjir juga penting untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang dan memperkuat ketahanan masyarakat.
"Meski upaya penanganan harus tetap menjadi prioritas utama, memahami pemicu banjir ini akan sangat penting untuk mengurangi risiko di masa depan dan memperkuat ketahanan," ujarnya.