Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang koreksi pada perdagangan saham tetapi ada potensi penguatan terbatas pada perdagangan saham Selasa, (13/10/2026). IHSG hari ini diprediksi melanjutkan koreksi di 5.850-5.911. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG anjlok 2,59% ke 5.936, dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakan IHSG pun menembus dari area support yang telah diberikan pada perdagangan saham Senin, 12 Oktober 2026.
Advertisement
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave v dari wave c dari wave [y] pada label hitam, sehingga pergerakannya akan rawan melanjutkan koreksi ke rentang 5.850-5.911.
Ia mengatakan, IHSG akan berada di level support 5.887,5.744 dan level resistance 6.216,6.296 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, potensi koreksi IHSG kemarin berubah menjadi tekanan jual yang masif di tengah beragam narasi yang diangkat. Hal itu mulai dari meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, penantian data inflasi consumer dan produsen di Amerika Serikat (AS) yang akan bergerak mengalami kenaikan hingga penantian laporan ekonomi dari World Bank hingga MSCI.
"Tidak ada yang salah dengan itu, karena semua sentimen bercampur menjadi satu. Hal ini ternyata telah mengubah perspektif dan persepsi pelaku pasar dan investor terhadap IHSG dan pasar obligasi dalam negeri. Dari dalam negeri tidak ada yang bisa diandalkan baik fundamental dan stabilitas politik dalam negeri,” demikian seperti dikutip dari riset Pilarmas Investindo Sekuritas.
Dalam riset itu menyebutkan, hal itu yang membuat pasar keuangan domestik tidak memiliki daya tarik yang membuat aliran dana keluar semakin besar. “Apalagi kepercayaan pelaku pasar dan investor terutama asing dengan pasar keuangan dalam negeri masih belum cukup pulih. Hal ini yang menghambat meningkatnya persentase alokasi aset keuangan di Indonesia,” demikian seperti mengutip riset Pilarmas Investindo Sekuritas.
Sentimen yang Dicermati
Lalu apa yang dicermati pada hari ini?
Riset Pilarmas menyebutkan, situasi dan kondisi di Timur Tengah setelah serangan terhadap bandara di Arab Saudi semakin riuh, di mana Arab Saudi meminta bantuan kepada Amerika Serikat untuk dapat bergabung secara langsung menghadapi serangan Houthi. Presiden AS Donald Trump juga mengalami fase krisis kepercayaan dari masyarakat, akibat perang AS dengan Iran yang belum usai. Arab Saudi saat ini terus mendesak AS untuk memabntunya, untuk membalas apa yang dilakukan Houthi.
“Apabila Amerika mengindahkan pemilihan paruh waktunya (yang menurut kami juga tidak akan berguna terlalu banyak karena masyarakat cenderung memilih Demokrat saat ini), maka intervensi langsung Amerika akan berubah menjadi eskalasi yang tidak terbatas di Timur Tengah,” demikian mengutip riset tersebut.
Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, hal ini tentu semakin memicu ketidakpastian yang terjadi saat ini. “Selain itu, data inflasi di Amerika akan memainkan kartu penting bagi pergerakan pasar berikutnya, karena akan memberikan gambaran tentang sikap the Fed selanjutnya,” demikian seperti dikutip dari riset Pilarmas Investindo Sekuritas.
Selain itu, selain yen yang hadapi tekanan dari dolar AS, rupee di Indonesia juga melemah sangat dalam. Hal ini seiring inflasi di India naik ke level tertinggi dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Inflasi di India naik dari 4,83% menjadi 5,54%. Hal itu mendorong Bank Sentral India dongkrak sku bunag dari sebelumnya 5,25% menjadi 5,5%. Sentimen itu juga mendorong imbal hasil obligasi Pemerintah India turut naik hampir 10 basis poin berada di kisaran 7,4%.
Prediksi IHSG 13 Oktober 2026
Lalu bagaimana prediksi IHSG hari ini?
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, koreksi yang sudah cukup dalam, ruang penguatan IHSG terbuka hari ini meski terbatas cenderung koreksi kembali.
“Apabila sama sekali tidak memiliki bantalan dari sentimen positif, aksi jual berpotensi kembali melanda pasar. Secara futures, di kawasan Asia semua terlihat terkoreksi sehingga hal ini memberikan indikasi yang cukup besar bagi pasar untuk mengalami koreksi hari ini,” demikian seperti dikutip dari riset Pilarmas.
Namun, sentimen hari ini diprediksi cukup terbatas karena pelaku pasar dan investor akan cenderung wait and see hingga lusa, di mana data inflasi AS akan keluar.
“IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance di 5.840-6.000,” demikian mengutip riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dan PT Astra International Tbk (ASII).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Jafpa Comfeed Tbk (JPFA), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
Rekomendasi Teknikal
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1.PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) - Buy on Weakness
Saham BRMS terkoreksi 5,93% ke 555 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi BRMS sedang berada di awal wave 5 dari wave (C) dari wave [B],” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 520-540
Target Price: 620, 655
Stoploss: below 505
2.PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) - Buy on Weakness
Saham JPFA menguat 1,96% ke 2.080 didominasi oleh volume pembelian yang meningkat. “Kami perkirakan, posisi JPFA sedang berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [c] dari wave B,” kata Herditya.
Buy on Weakness: 2.020-2.060
Target Price: 2.120-2.170
Stoploss: below 1.980
Rekomendasi Teknikal Lainnya
3.PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) - Buy on Weakness
Saham MBMA terkoreksi 2,95% ke 460 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Saat ini, posisi MBMA diperkirakan berada pada bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (B),” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 440-456
Target Price: 500, 515
Stoploss: below 424
4.PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Sell on Strength
Saham ANTM terkoreksi 4,09% ke 3.050 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, koreksinya pun menembus MA60. “Kami memperkirakan, posisi ANTM saat ini berada pada bagian dari wave (y) dari wave [x], sehingga ANTM masih rawan melanjutkan koreksinya ke rentang 2.800-3.020,” kata dia.
Sell on Strength: 3.090-3.140
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.