Liputan6.com, Berlin - Menteri tenaga kerja (Menaker) Jerman sekaligus salah satu dari dua ketua Partai Sosial Demokrat (SPD), Barbel Bas, mengundurkan diri dari kedua jabatannya. Ia mengambil keputusan tersebut setelah putri tirinya meninggal dunia dan dirinya mendapat serangan politik di tengah suasana duka.
Pengunduran diri Bas menjadi pukulan berat bagi pemerintahan koalisi Jerman yang saat ini tengah menghadapi tekanan politik.
Advertisement
"Setelah putri tiri saya meninggal, saya menyadari bahwa saya membutuhkan waktu untuk memulihkan diri dari kesedihan," kata Bas dalam pernyataan yang diunggah di Facebook, tanpa menjelaskan lebih lanjut mengenai peristiwa tersebut.
Bas secara terbuka mengungkapkan bahwa serangan politik yang diterimanya saat berduka turut mendorong keputusannya mundur. Ia menyebut serangan itu bahkan datang dari sejumlah anggota partai mitra koalisi, yakni Partai Persatuan Demokrat Kristen (CDU) yang berhaluan konservatif dan dipimpin Kanselir Friedrich Merz.
Bas mengatakan, serangan politik terhadap dirinya justru semakin gencar ketika ia sedang menghadapi masa sulit akibat kehilangan putri tirinya.
Sejumlah anggota parlemen dari CDU sebelumnya mengkritik ketidakhadiran Bas pada saat pemerintah sedang memasuki tahap penting reformasi ekonomi. Kritik itu muncul meskipun sudah diketahui secara luas bahwa Bas baru saja kehilangan anggota keluarga dekatnya.
Reformasi ekonomi tersebut dinilai penting untuk menjaga kelangsungan pemerintahan koalisi yang tengah berada dalam posisi sulit.
Ketua SPD lainnya, Lars Klingbeil, yang juga menjabat sebagai wakil kanselir sekaligus menteri keuangan, menyayangkan pengunduran diri Bas. Ia mengecam kritik yang ditujukan kepada Bas saat masih berduka sebagai tindakan yang "tidak pantas".
Klingbeil bahkan membatalkan rencana kunjungannya ke India untuk menangani dampak pengunduran diri Bas. Ia menyoroti semakin buruknya cara para politikus berkomunikasi dan memperlakukan satu sama lain.
"Kita memang bersaing dan membutuhkan ruang untuk berdebat. Namun, kita juga harus saling menghormati," tutur Klingbeil kepada wartawan seperti dilaporkan The Guardian.
Sementara itu, Kanselir Merz tengah berjuang mempertahankan posisi politiknya setelah CDU mengalami kekalahan telak dalam tiga pemilihan tingkat negara bagian bulan lalu.
Kanselir Merz menyampaikan terima kasih kepada Bas atas kerja sama yang dilandasi rasa saling percaya selama berada di pemerintahan. Ia turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya putri tiri Bas.
"Sebagai seorang ayah dan kakek, saya hanya bisa membayangkan betapa dalamnya rasa kehilangan yang Anda alami. Saya berharap Anda dan keluarga diberi kekuatan," tulis Kanselir Merz di platform X.
Salah satu Ketua Partai Alternative fur Deutschland (AfD) yang berhaluan kanan jauh, Alice Weidel, ikut menyampaikan belasungkawa kepada Bas.
Namun, Weidel menilai kritik keras Bas terhadap CDU menjadi tanda bahwa pemerintahan koalisi Merz sudah berada di ambang kehancuran.
"Kita membutuhkan awal yang baru bagi Jerman," ujarnya.
AfD, yang merupakan partai oposisi terbesar di Jerman, saat ini unggul dalam jajak pendapat nasional dengan dukungan sekitar 30 persen.
Partai tersebut juga meraih hasil kuat dalam pemilihan regional pada September. Pemilihan itu turut menunjukkan peningkatan dukungan terhadap kelompok kiri jauh.
Meski mundur dari pemerintahan dan kepemimpinan SPD, Bas akan tetap menjadi anggota parlemen yang mewakili Duisburg, kota di kawasan Ruhr yang dahulu dikenal sebagai pusat pertambangan.
Sebelum menjadi menteri, Bas pernah menjabat sebagai ketua Bundestag, majelis rendah parlemen Jerman. Ia juga dikenal sebagai salah satu politikus paling berpengalaman di SPD.
Kementerian yang dipimpinnya bertanggung jawab atas sebagian besar program kesejahteraan sosial Jerman, yang membutuhkan anggaran besar. Kanselir Merz selama ini berupaya memangkas pengeluaran untuk program-program tersebut.
Walau berasal dari kelompok sayap kiri SPD, Bas dikenal mampu bekerja sama dengan berbagai pihak dan menjembatani perbedaan pandangan mengenai kebijakan pemerintah.
Kemampuan itu menjadi nilai penting di tengah perselisihan kebijakan yang terus membayangi pemerintahan Merz sejak terbentuk pada Mei 2025.
SPD telah mengusulkan Alexander Schweitzer, mantan perdana menteri negara bagian Rheinland-Pfalz, untuk menggantikan Bas. Klingbeil mengatakan bahwa ia telah menyampaikan keputusan tersebut kepada Kanselir Merz.
Sementara itu, pengganti Bas dalam kepemimpinan SPD belum ditentukan. Klingbeil mengatakan partainya akan menggelar pemilihan ulang seluruh jajaran pimpinan dalam kongres yang direncanakan berlangsung pada Desember 2026 atau Januari 2027.
SPD menyatakan akan mempertahankan sistem kepemimpinan dua ketua yang selama ini dijalankan.