Instruksi Prabowo Terkait Kebakaran Hutan di 6 Provinsi

Prabowo ingin pencegahan dilakukan sebelum api menyala.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 12 Oktober 2026, 20:17 WIB
Presiden Prabowo Subianto (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya untuk segera menyelesaikan masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah provinsi di Indonesia. Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap penanganan karhutla.

"Ya Presiden targetnya adalah secepat mungkin. Ya, beliau sangat konsentrasi betul masalah karhutla ini," kata Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman usai rapat penanganan karhutla bersama Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Dia menyampaikan, Kepala BNPB Suharyanto melaporkan penanganan karhutla kepada Prabowo. Ada enam provinsi yang menjadi fokus penanganan, di antaranya Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.

Di Kalimantan Tengah, wilayah yang menjadi prioritas penanganan adalah Tanjung Puting atau sekitar taman nasional. Hal ini karena terdapat satwa yang harus dilindungi.

Selain itu, Kepala BNPB melaporkan bahwa operasional helikopter sudah dilakukan. Namun, saat ini BNPB mengoptimalkan operasi darat karena kabut asap karhutla yang tebal menyulitkan operasi udara.

"Kemudian hasil laporan dari Kepala BNPB bahwa heli, operasional heli ini sudah dilaksanakan dan banyak lebih dominan kepada operasi darat ya karena memang sulit untuk dijangkau dari udara karena memang asapnya terlalu tebal," ujar Dudung.

"Operasi darat tuh begini, pemadaman dari darat. Artinya kan banyak daerah-daerah yang sulit terjangkau," sambungnya.

Dudung menekankan bahwa operasi penanganan karhutla melalui jalur darat bukan berarti operasi militer. Pemerintah mengerahkan kendaraan darat, seperti mobil dan alat berat, untuk menjangkau daerah yang tidak bisa dijangkau helikopter sehingga karhutla dapat segera teratasi.

"Tadi laporan dari Pangdam di Kalimantan Tengah karena di situ ada satwanya, kemudian juga ya itu ada buaya masih ada harimau, ya ini sulit ya untuk dilakukan dan kemudian jangkauan dari kendaraan darat seperti mobil, alat berat dan sebagainya," jelas Dudung.

"Nah ini maka tetap akhirnya operasi darat dilakukan. Operasi bukan berarti operasi seperti militer tetapi ya penanganannya melalui darat itu aja ya," imbuh dia.

 

Presisi dan Mitigasi

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman usai rapat penanganan karhutla bersama Prabowo di Istana Merdeka Jakarta, Senin (12/10/2026) (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Menurut dia, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah sudah turun tangan semaksimal mungkin dalam upaya penanganan karhutla. Prabowo berterima kasih kepada seluruh prajurit TNI-Polri dan seluruh pihak yang telah membantu penanganan karhutla.

"Karena memang capaiannya justru sudah semakin maksimal per hari itu hanya sekitar 692 hektar dan ini terus diupayakan termasuk upaya-upaya operasi mitigasi termasuk cuaca juga dikendalikan oleh BMKG dan mudah-mudahan ini akan cepat teratasi," ucapnya.

Tak hanya itu, Prabowo menekankan bahwa pencegahan karhutla harus dilakukan secara presisi dan mitigasi dimulai dari tingkat daerah. Prabowo ingin pencegahan dilakukan sebelum api menyala.

"Bahkan masyarakat peduli ini dibentuk juga untuk dikoordinasikan baik Babinkamtibmas, kemudian Babinsa, Karang Taruna dan pemerintah daerah yang terintegrasi sehingga penanganan itu tidak serta-merta pada saat api itu sudah ada tetapi sebelum kemungkinan-kemungkinan itu api itu ada dilakukan pencegahan seperti itu," ujar Dudung.

Di sisi lain, Prabowo meminta agar kampanye pencegahan karhutla dilakukan secara masif. Hal ini juga disampaikan kepada para gubernur di enam provinsi, Pangdam, Kapolda, BMKG, dan BNPB.

"Intinya adalah beliau sangat mengapresiasi kepada seluruh anggota yang terlibat di dalam pemadaman. Kemudian yang kedua juga beliau juga menyampaikan tentang langkah-langkah strategis berbagai macam upaya yang dilakukan secara maksimal di lapangan termasuk tadi pengarahan secara langsung kepada Kepala BNPB untuk mengatasi secara masif," pungkas Dudung.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya