Penyerangan Bus Persib U-18, Bobotoh Diminta Tak Balas Dendam

Manajemen mengajak seluruh Bobotoh untuk tetap menahan diri dan mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

oleh Yandhi DeslatamaDiterbitkan 12 Oktober 2026, 18:39 WIB
Bus Persib U-18 Diserang di Batang (Foto: Arief/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen Persib Bandung meminta seluruh Bobotoh dan suporternya, tidak melakukan aksi balas dendam yang berujung tindakan melanggar hukum. Alasannya, aksi balas dendam atau keributan bisa memperkeruh suasana dan menambah pelanggaran hukum lainnya.

Pihak manajemen memastikan akan menempuh penyelesaian melalui jalur hukum yang berlaku di Indonesia.

"Manajemen Persib mengimbau seluruh Bobotoh untuk tetap tenang, tidak terpancing provokasi, dan tidak melakukan tindakan balasan yang melanggar hukum," tegas Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, Senin, (12/10/2026).

Manajemen memahami kekecewaan dan keprihatinan Bobotoh atas tragedi yang menimpa rombongan Persib U-18 di Rest Area Batang, Jawa Tengah, pada Minggu malam, 11 Oktober 2026.

Namun aksi balas dendam bakal berujung pelanggaran hukum lainnya. Karenanya, manajemen mengajak seluruh pihak untuk tetap menahan diri dan mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

"Kami memahami kemarahan, kekecewaan, dan keprihatinan Bobotoh atas kejadian ini. Namun, tindakan balasan yang tidak terkendali justru berisiko memperluas persoalan dan merugikan banyak pihak," terangnya.

Manajemen Persib menegaskan, rivalitas dalam sepak bola harus tetap berada dalam koridor sportivitas dan penghormatan terhadap sesama.

Sepak bola seharusnya menjadi ruang untuk membangun prestasi, persaudaraan, dan karakter. Bukan tempat bagi tindakan kekerasan yang mengancam keselamatan dan merampas hak orang lain.

Keselamatan setiap individu harus menjadi batas yang tidak boleh dilanggar dalam rivalitas sepak bola. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, terlebih ketika keselamatan para pemain muda yang sedang meniti masa depan melalui sepak bola turut terancam.

Manajemen Persib mengajak seluruh elemen sepak bola Indonesia, termasuk klub, suporter, penyelenggara kompetisi, dan aparat penegak hukum, untuk bersama-sama mencegah terulangnya kejadian serupa.

"Rivalitas harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, sementara setiap tindakan yang melanggar hukum harus ditangani secara serius demi terciptanya lingkungan sepak bola Indonesia yang aman, sportif, dan bermartabat," harapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya