Prabowo Beri Perhatian Khusus pada Penanganan Kebakaran Hutan

Luasnya lahan gambut menjadi salah satu kendala pemadaman karhutla. Sementara itu, dampak asap disebut telah menjangkau negara tetangga.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 12 Oktober 2026, 18:11 WIB
Momen Prabowo Telepon di Tengah Rapat Kebakaran Hutan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan penundaan penerbangan.

Dudung mengaku telah menerima informasi mengenai kondisi kabut asap tersebut. Dia bahkan mengalami penundaan penerbangan saat hendak menuju Sumatera Selatan.

"Iya, kemarin dapat informasi (jarak pandang berkisar) 500 sampai 800 (meter). Sehingga penerbangan kan tertunda itu kemarin. Eh, beberapa hari yang lalu saya mau ke Sumatera Selatan juga tertunda," jelas Dudung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (12/10/2026).

Menurut Dudung, Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap penanganan karhutla tersebut.

"Nah ini makanya Bapak Presiden sangat perhatian untuk, konsentrasi bagaimana menangani masalah ini. Ya, nanti saya laporkan lah," sambungnya.

Dudung mengatakan akan melaporkan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk menangani karhutla, khususnya di Sumatera Selatan, Kalimantan, dan Kepulauan Riau. Terlebih, dampak asap karhutla disebut telah menjangkau negara tetangga.

"Apa yang sudah ditangani, berapa persentase yang sudah dilaksanakan. Kemudian langkah-langkah konkret yang nanti akan kita lakukan, mana yang menjadi prioritas. Karena ini kan sudah menjadi isu ke negara lain," kata dia.

 

Kendala Penanganan Kebakaran

Dudung menjelaskan, salah satu kendala penanganan karhutla adalah luasnya lahan gambut yang sulit dipadamkan. Meski demikian, pemerintah telah mengerahkan personel TNI, Polri, dan satuan terkait untuk menangani kebakaran tersebut.

"Kalau personel sudah dikerahkan baik TNI, Polri, maupun, eh, satuan-satuan yang terkait ya. Eh, tinggal memang, eh, sangat luas sih memang ya, lahan kita. Ya mudah-mudahan nanti ada arahan-arahan secara khusus dari Bapak beliau, dari Bapak Presiden khususnya untuk penanganan yang secara insidentil ini ya," tutur Dudung.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya