Sinopsis Sinetron Biarkan Hati Bicara Episode 73, Rabu 14 Oktober 2026 Pukul 21.32 WIB di SCTV

Meski Arina sempat menemukan ketenangan dalam pelukan Fico, trauma akibat perbuatan Dylan terus menghantuinya hingga terbawa dalam mimpi buruk.

oleh Tim ShowbizDiterbitkan 14 Oktober 2026, 19:11 WIB
Sinetron Biarkan Hati Bicara Episode 73

Liputan6.com, Jakarta - Dylan masih menyimpan dokumen medis dan hasil laboratorium misterius yang diyakininya dapat membuat Arina membutuhkan dirinya. Meski Arina sempat menemukan ketenangan dalam pelukan Fico, trauma akibat perbuatan Dylan terus menghantuinya hingga terbawa dalam mimpi buruk.

Fico berjanji akan melindungi istrinya dan memastikan Dylan menerima akibat atas segala perbuatannya. Di tengah ancaman yang semakin dekat, kebenaran tentang pembunuhan Renny, nasib Refaldo, dan rencana baru Dylan masih menjadi teka-teki yang mengancam keluarga mereka.

Sinetron Biarkan Hati Bicara Episode 73

Refaldo yang terluka akibat kecelakaan mulai sadar di rumah sakit. Ia menyembunyikan identitas aslinya dan memperkenalkan diri sebagai Aldo. Ia berpura-pura kehilangan ingatan agar tidak ada yang mengetahui siapa dirinya sebenarnya. Ketika mengetahui bahwa Aldo tidak memiliki identitas dan berisiko dipindahkan ke panti sosial, Arina bersikeras ingin membantunya.

Fico awalnya ragu karena pengalaman buruk mereka saat menghadapi orang-orang yang pernah mengkhianati kepercayaan mereka. Namun, setelah berbicara langsung dengan Aldo, Fico akhirnya setuju membawa pria itu pulang dan mengizinkannya tinggal sementara di paviliun belakang rumah.

Sinetron Biarkan Hati Bicara Episode 73

Sementara itu, Adella yang terjebak di apartemennya berusaha mengirimkan cincin Radit kepada Arina sebagai bukti. Di sisi lain, Soraya mulai mencurigai Audy sebagai pembunuh Renny dan terang-terangan menuduhnya. Audy membantah tuduhan tersebut, bahkan balik menuduh Soraya demi melindungi dirinya sendiri.

Konflik semakin memanas ketika Dylan datang ke rumah Fico dan membakar sejumlah dokumen penyelidikan pembunuhan Renny dan Baskara. Fico murka karena Dylan justru memusnahkan bukti yang sangat mereka butuhkan.

Dylan mengaku ada sesuatu dalam berkas tersebut yang belum boleh diketahui Arina, lalu menunjukkan hasil tes DNA yang diklaim mengarah kepada perempuan yang membunuh ibu Arina. Dylan memaksa Arina ikut dengannya ke Bali jika ingin mengetahui identitas perempuan tersebut. Namun, Arina menolak mentah-mentah dan menampar Dylan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya