Negara Tetangga Protes Asap Kebakaran Hutan, Dudung Ungkap Respons Prabowo

Dia menuturkan bahwa banyak lahan gambut di sejumlah provinsi yang masih sulit dipadamkan sehingga masalah karhutla tak kunjung selesai.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 12 Oktober 2026, 17:29 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman (Rifqy/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengatakan pemerintah menyadari adanya protes dari sejumlah negara sahabat terkait dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Indonesia.

Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto sangat memberikan perhatian terhadap dampak asap karhutla yang dirasakan negara-negara tetangga.

"Ya memang dampaknya kan ke negara-negara tetangga. Makanya, beliau sangat concern sekali," kata Dudung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (12/10/2026).

Dia menuturkan bahwa banyak lahan gambut di sejumlah provinsi yang masih sulit dipadamkan sehingga masalah karhutla tak kunjung selesai. Meski begitu, Dudung menekankan pemerintah telah melakukan sejumlah upaya untuk memadamkannya.

"Karena memang banyak lahan-lahan gambut sih ya yang sulit untuk dipadamkan. Tetapi beberapa usaha-usaha yang kita lakukan, tentunya saya sebagai ketua pengarah untuk kebakaran hutan dan lahan ini. Ini nanti akan dibahas oleh Bapak Presiden," ujarnya.

 

Kerahkan Personel

Dudung menyampaikan pemerintah telah mengerahkan personel TNI, Polri, hingga satuan terkait untuk menangani karhutla. Hanya saja, kendala pemadaman karhutla adalah luasnya lahan yang harus ditangani.

"Kalau personel sudah dikerahkan baik TNI, Polri, maupun eh satuan-satuan yang terkait ya. Eh tinggal memang eh sangat luas sih memang ya, lahan kita. Ya mudah-mudahan nanti ada arahan-arahan secara khusus dari Bapak beliau, dari Bapak Presiden khususnya untuk penanganan yang secara insidentil ini ya," tutur Dudung.

Dia mengaku akan melaporkan upaya yang sudah dilakukan terkait penanganan karhutla, terutama di daerah-daerah yang menjadi konsentrasi penanganan, seperti Sumatera Selatan, Kalimantan, dan Kepulauan Riau.

"Apa yang sudah ditangani, berapa persentase yang sudah dilaksanakan. Kemudian langkah-langkah konkrit yang nanti akan kita lakukan, mana yang menjadi prioritas. Karena ini kan sudah menjadi eh isu ke negara lain," jelas dia.

Terkait adanya tawaran bantuan penanganan karhutla dari negara lain, Dudung belum bisa memberikan jawaban. Dia akan membahasnya terlebih dahulu dengan Presiden Prabowo.

"Oh ya nanti makanya nanti akan kita bahas di sini, ya," ucap Dudung.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya