Peran Kylian Mbappe Dikucilkan, Rumor Hengkang dari Real Madrid Semakin Kencang

Kegaduhan atas situasi Kylian Mbappe di Real Madrid memicu alarm bahaya bagi masa depan sang pemain.

oleh Deniz AkbarDiterbitkan 13 Oktober 2026, 07:00 WIB
Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, memperlihatkan gestur hattrick saat merayakan gol ketiga yang dicetaknya ke gawang Real Sociedad dalam laga jornada kedua La Liga 2026/2027 di Santiago Bernabeu, Kamis (27/8/2026) dini hari WIB. (Thomas COEX / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Masa depan Kylian Mbappe di Santiago Bernabeu semakin tidak menentu. Bintang Real Madrid berkebangsaan Prancis tersebut menjadi sasaran kritik usai Los Blancos menundukkan Villarreal 1-0 pada lanjutan Liga Spanyol, Minggu (11/10/2026) dini hari.

Sejatinya, El Real masih menjadikan Mbappe sosok utama pada pos nomor 9 tim. Bahkan, salah satu alasan skuad Jose Mourinho kesulitan mengalahkan Kapal Selam Kuning adalah karena Vinicius Junior mendapat kartu merah pada menit ke-72.

Bersama Los Blancos, Mbappe telah berkontribusi dalam total 108 gol dan assist pada 112 pertandingan yang telah dijalani. Kepindahannya pada musim 2024/2025 juga berhasil terealisasi usai konflik berkepanjangan antara dirinya dan mantan klubnya, Paris Saint-Germain.

Musim ini, ia telah berkontribusi dengan mencetak 8 gol di seluruh kompetisi. Meski begitu, media Spanyol menilai Mbappe sebagai salah satu sebab keterpurukan El Real pada beberapa tahun terakhir.

Situasi panas ini menimbulkan rumor soal keinginan Mbappe untuk hengkang dari Real Madrid. Kendati kontraknya baru akan habis pada akhir musim 2028/2029, eks AS Monaco tersebut kurang mendapat dukungan dibandingkan sejumlah rekan setimnya yang lain.


Kritik Kinerja di Lapangan

Kiper Rayo Vallecano, Emil Audero, menggagalkan peluang gol yang didapatkan penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, dalam lanjutan La Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Minggu (13/9/2026) dini hari WIB. (Oscar DEL POZO / AFP)

Sejumlah media lokal Spanyol menyebut bahwa hilangnya taring di lini serang Real Madrid adalah buntut dari kurangnya determinasi yang ditunjukkan oleh sosok seperti Mbappe.

Dilansir AS, Mbappe disebut kurang berkontribusi dan hanya memberikan sebagian kecil daya juangnya tiap kali membela Los Blancos. Tak jauh berbeda, Marca juga menyoroti kesulitan El Real dalam menyerang, dengan hilangnya kreativitas menjadi aspek utama yang hampir tak dimiliki sosok 27 tahun tersebut.


Jose Mourinho Membela

Pelatih Real Madrid asal Portugal Jose Mourinho memberi isyarat saat memimpin sesi latihan di Stadion Alfredo di Stefano di Valdebebas, di pinggiran Madrid, pada 24 Juli 2026. (Javier SORIANO/AFP)

Tak ingin anak asuhnya menjadi sasaran kritik keras, Jose Mourinho turut buka suara menanggapi performa Mbappe. Menurut juru taktik asal Portugal, Mbappe merupakan pemain yang memiliki rasa tanggung jawab dan profesionalitas tinggi dalam skuad.

"Para pemain Real Madrid telah menunjukkan sikap profesional yang patut dicontoh. Situasi di dalam skuad saat ini benar-benar tenang," tegas The Special One.


Rumor Hubungan Tak Harmonis

Pemain Real Madrid Kylian Mbappe mencetak gol dalam laga La Liga Spanyol antara Real Madrid vs Real Sociedad di Madrid, Spanyol, Rabu, 26 Agustus 2026. (AP Photo/Manu Fernandez)

Di tengah kegaduhan antara Kylian Mbappe dan juga Real Madrid, hengkangnya bintang Prancis tersebut dari Santiago Bernabeu diyakini hanya tinggal menunggu waktu.

"Kami tidak menutup kemungkinan akan hengkangnya sang pemain (Mbappe) pada akhir musim nanti," sebut Daniel Riolo dilansir RMC Sport. "Dia tidak boleh selalu membuat kesalahan seperti ini. Dia sudah terlewat batas," tambahnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya