Pengunjung melihat koleksi penyu sisik dan kerang kepala kambing dalam pameran “Hutan dan Peradaban: Dari Ekosistem Kehidupan Menuju Masa Depan” yang digelar gratis di area publik Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Senin (12/10/2026).(KLY/Budy Santoso)
Pengunjung mencoba wewangian kayu manis (Cinnamomum Burmannii) di pameran hutan dan peradaban yang digelar secara gratis di area public stasiun MRT Bundaran HI, senin 12/10/2026.(KLY/Budy Santoso)
Koleksi 38 potongan kayu ini dulu merupakan sarana pembelajaran utama bagi para rimbawan setiap potongan mewakili satu jenis pohon yang berbeda lengkap dgn karakteristik serat , warna, dan tekstur masing masing turut dipamerkan di pameran hutan dan peradaban yang digelar secara gratis di area public stasiun MRT Bundaran HI, senin 12/10/2026. (KLY/Budy Santoso)
Koleksi kupu-kupu gajah, belalang ranting, dan kumbang tanduk dipamerkan dalam pameran “Hutan dan Peradaban: Dari Ekosistem Kehidupan Menuju Masa Depan” yang digelar gratis di area publik Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Senin (12/10/2026). (KLY/Budy Santoso)
Pengunjung melihat koleksi kupu-kupu gajah, belalang ranting, dan kumbang tanduk dalam pameran “Hutan dan Peradaban: Dari Ekosistem Kehidupan Menuju Masa Depan” yang digelar gratis di area publik Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Senin (12/10/2026). (KLY/Budy Santoso)
Petugas menerangkan miniatur gelondong kayu jati yang merupakan salah satu koleksi unggulan Museum Kehutanan dalam pameran “Hutan dan Peradaban: Dari Ekosistem Kehidupan Menuju Masa Depan” di area publik Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Senin (12/10/2026). Gelondong kayu jati tersebut berasal dari pohon yang berkecambah pada 1644, diteres pada 1980, dan ditebang pada 1982, dengan usia mencapai 336 tahun.(KLY/Budy Santoso)