Mendagri Dorong Pemda Bantu Perbaikan Balai Penyuluh Pertanian

Mendagri Tito Karnavian meminta pemda mendukung operasional penyuluh pertanian dan perbaikan balai penyuluhan guna mempercepat swasembada pangan.

oleh Tim NewsDiterbitkan 12 Oktober 2026, 14:02 WIB
Mendagri Tito Karnavian seusai menandatangani Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pengelolaan Sarana Prasarana serta Ketenagaan Penyuluhan Pertanian dalam rangka Swasembada Pangan Berkelanjutan bersama Mentan Andi Amran Sulaiman. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) mendukung operasional penyuluh pertanian untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan.

Dukungan tersebut dapat diberikan melalui penguatan sarana dan prasarana penyuluhan pertanian, termasuk Balai Penyuluh Pertanian (BPP).

Tito mengatakan, penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam menerjemahkan kebijakan pemerintah pusat menjadi program yang dapat dijalankan di lapangan. Karena itu, dukungan pemda diperlukan agar penyuluhan kepada petani berjalan optimal.

Hal tersebut disampaikan Tito seusai menandatangani Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pengelolaan Sarana Prasarana serta Ketenagaan Penyuluhan Pertanian dalam rangka Swasembada Pangan Berkelanjutan bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (12/10/2026).

"Persoalannya adalah beliau (Menteri Pertanian) memerlukan pasukan di lapangan. Jadi selama ini beliau bekerja sama dengan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan)," ujar Tito.

Melalui kebijakan tersebut, Tito meminta kepala daerah membantu operasional BPP yang menjadi tempat penyuluh menjalankan tugas di tingkat kecamatan. Dukungan pembiayaan dapat bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), anggaran Transfer ke Daerah (TKD), atau mekanisme penganggaran lainnya sesuai ketentuan.

Tito juga menyebut Kementerian Pertanian akan memperbaiki BPP yang mengalami kerusakan. Ia berharap sinergi pemerintah pusat dan daerah dapat memastikan kebijakan swasembada pangan terlaksana hingga tingkat lapangan.

"Kami kira, kita mem-backup sepenuhnya pada Bapak Menteri Pertanian," tegasnya.

 

Kementan Siapkan Perbaikan BPP

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan, berdasarkan data Kementerian Pertanian per 9 Oktober 2026, terdapat 37.237 penyuluh pertanian di seluruh Indonesia. Mereka menjalankan tugas dengan dukungan 5.836 unit BPP yang tersebar di berbagai daerah.

Amran memastikan Kementerian Pertanian akan memperbaiki BPP yang rusak agar fasilitas tersebut dapat kembali dimanfaatkan secara optimal oleh para penyuluh.

"Kami langsung refocusing anggaran biaya tahun ini. Kalau bisa dua bulan selesai yang tadi rusak berat, kita perbaiki. Kemudian Insyaallah tahun depan sudah selesai semuanya. Ini (BPP) untuk tempatnya PPL bernaung," ujar Amran.

Dalam kesempatan yang sama, Amran mengapresiasi upaya Tito dalam menjaga stabilitas harga pangan di berbagai daerah.

"Terima kasih Pak Mendagri, Profesor Tito. Beliau Bapak inflasi Indonesia yang menstabilkan harga sepanjang jabatan beliau, selama beliau menjabat sampai hari ini," tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional Andriko Noto Susanto, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, serta sejumlah pihak terkait.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya