Samsung Siapkan Galaxy Z Fold 9 Super Tipis, Bakal Jadi Ponsel Lipat Tertipis

Beredar bocoran Samsung Galaxy Z Fold 9 yang disebut menjadi ponsel lipat tertipis saat ini dengan ketebalan hanya 3,9 mm.

oleh Aisyah Mustika ZamaniDiterbitkan 13 Oktober 2026, 06:14 WIB
Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra. ilustrasi AI

Liputan6.com, Jakarta - Bocoran Samsung Galaxy Z Fold 9 menyebut ponsel lipat ini hadir dengan ketebalan hanya 3,9 mm saat dibuka, siap memecahkan rekor sebagai HP lipat tertipis di dunia.

Samsung dikabarkan tengah menyiapkan ponsel lipat teranyar mereka, Samsung Galaxy Z Fold 9. Perangkat ini disebut-sebut membawa ketebalan super tipis, yakni hanya mencapai 3,9 mm saat dibuka dan 7,9 mm saat dilipat.

Jika rumor ini terbukti akurat, Galaxy Z Fold 9 dipastikan memegang rekor sebagai ponsel lipat tertipis di dunia. Demikian sebagaimana dilansir Geeky Gadgets, Selasa (13/10/2026).

Desain super tipis ini tidak hanya menguji batas rekayasa teknis Samsung, tetapi juga berpotensi mengubah tolok ukur standar ponsel lipat global. Kendati demikian, para insinyur Samsung dihadapkan pada sejumlah tantangan teknis yang cukup signifikan untuk mewujudkan bodi seiprit tersebut.

Tiga Hambatan Teknis yang Harus Dihadapi

Upaya memangkas ketebalan ponsel lipat hingga ke titik terendah membawa tantangan tersendiri bagi sang raksasa teknologi:

Kendala Port USB-C: Komponen USB-C memiliki ukuran fisik standar yang tidak bisa diperkecil lagi. Hal ini membatasi seberapa tipis bodi ponsel dapat dibuat tanpa mengorbankan integritas struktur di sekitar port.

Desain Baterai: Bodi yang makin tipis menuntut ruang baterai lebih padat. Samsung harus memutar otak menciptakan teknologi baterai baru agar tetap mampu menyuplai daya seharian tanpa menambah bobot atau ketebalan.

Kamera di Bawah Layar: Untuk menghadirkan tampilan layar tanpa notch atau punch-hole, Samsung diperkirakan menyematkan teknologi under-display camera. Namun, teknologi ini sebelumnya menuai kritik karena kualitas jepretannya belum sebanding dengan kamera konvensional.

Selain tiga poin di atas, daya tahan engsel (hinge) dan bodi juga menjadi perhatian utama. Ponsel lipat dirancang untuk dibuka-tutup puluhan ribu kali, sehingga pemangkasan ketebalan dikhawatirkan dapat memengaruhi daya tahan serta masa pakai perangkat.

 

Pembaruan Perangkat Lunak dan Proteksi Layar

Samsung Galaxy Z Fold 6/Photo by Amanz on Unsplash

Di tengah rumor Galaxy Z Fold 9 yang kian menghangat, Samsung tetap menunjukkan keseriusannya menjaga ekosistem pengguna saat ini. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut baru saja merilis pembaruan perangkat lunak besar-besaran untuk lini Galaxy Z Fold 8 dan Flip 8 per Oktober 2026.

Dengan ukuran lebih dari 5 GB, pembaruan ini tergolong sangat besar untuk ukuran patch keamanan bulanan. Hal tersebut mengindikasikan hadirnya peningkatan performa serta fitur baru yang dioptimalkan khusus untuk perangkat lipat.

Dari sisi purnajual, Samsung turut memperkuat layanan pemeliharaan dengan memberikan fasilitas penggantian pelindung layar dalam secara gratis selama 12 bulan pertama setelah pembelian di pusat servis resmi. Kebijakan ini dinilai mampu mengurangi rasa khawatir konsumen terhadap efek keausan layar lipat.

Sebagai perbandingan, Apple menetapkan biaya penggantian lapisan layar matte pada iPhone Duo yang rusak sebesar US$ 19 (sekitar Rp 340.000) jika menggunakan AppleCare+, dan jauh lebih mahal tanpa skema perlindungan tersebut. Perbedaan pendekatan servis ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi konsumen yang mempertimbangkan biaya perawatan jangka panjang.

 

Masa Depan Ponsel Lipat

Kehadiran rumor Galaxy Z Fold 9 menandai fase baru dalam persaingan ponsel lipat dan dual-display. Dukungan berkelanjutan Samsung menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengatasi tantangan perangkat lipat.

Masa depan lini ponsel lipat akan sangat bergantung pada kemampuan para raksasa teknologi seperti Samsung dan Apple dalam menyeimbangkan antara daya tahan, kenyamanan pengguna, serta inovasi yang ditawarkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya