Arab Saudi Diserang Houthi, Mendagri Waspadai Kenaikan Harga Minyak

Tito mengatakan, eskalasi konflik di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi produksi dan distribusi minyak.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 12 Oktober 2026, 11:54 WIB
Mendagri Soroti Serangan Houthi ke Riyadh, Waspadai Dampak ke Harga Minyak

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mewaspadai dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah terhadap kenaikan harga minyak dunia. Salah satu yang disorot adalah serangan kelompok Houthi ke Bandara Riyadh, Arab Saudi.

“Kita perlu betul-betul mewaspadai situasi geopolitik dan ketegangan di Timur Tengah yang terus terjadi dinamis,” kata Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2026 di Gedung Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).

“Bahkan kemarin sempat meningkat, dengan adanya serangan kelompok Houthi di Yaman terhadap Saudi menyerang Bandara Riyadh di Saudi. Itu menimbulkan ketegangan baru,” lanjutnya.

Tito mengatakan, eskalasi konflik di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi produksi dan distribusi minyak sehingga memicu kenaikan harga komoditas energi tersebut.

“Eskalasi yang berpengaruh terhadap situasi produksi dan distribusi harga minyak yang berpotensi naik,” ucap Tito.

Di sisi lain, Tito mengingatkan pemerintah agar menjaga inflasi tetap terkendali di tengah berbagai risiko yang dapat memengaruhi perekonomian.

Dia memaparkan, inflasi tahunan atau year-on-year (YoY) Indonesia pada September 2026 mencapai 3,28 persen. Angka itu meningkat dibandingkan Agustus 2026 yang sebesar 3,19 persen.

“Kita tahu bahwa di bulan September dibanding Agustus, YoY atau tahun ke tahun itu terjadi peningkatan dari 3,19 ke 3,28 persen,” kata Tito.

 

Mendagri Soroti Serangan Houthi ke Riyadh, Waspadai Dampak ke Harga Minyak

Inflasi Mendekati Batas

Ia menilai perkembangan tersebut perlu menjadi perhatian karena inflasi sudah mendekati batas atas target pemerintah, yakni 3,5 persen.

“Dan ini juga sudah menjadi titik yang penting bagi kita, yaitu threshold tertinggi atau target pemerintah, yaitu 3,5 persen,” ujarnya.

Oleh karena itu, Tito meminta pemerintah pusat dan daerah bekerja sama menjaga stabilitas harga agar inflasi tidak melampaui target tersebut.

“Kita harus berusaha keras, pusat dan daerah jangan sampai di atas 3,5 persen,” ucap Tito.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya