Pengungsi Yaman Antre Air Bersih di Tengah Konflik Berkepanjangan

oleh Budy SantosoDiterbitkan 12 Oktober 2026, 11:57 WIB
Pengungsi Yaman Antre Air Bersih di Tengah Konflik Berkepanjangan
Warga Yaman yang mengungsi mengantre untuk mendapatkan air bersih di tempat penampungan air komunal di Distrik Abs, Provinsi Hajjah, Yaman, Sabtu (10/10/2026). Mereka mengisi jeriken untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah keterbatasan akses terhadap air bersih akibat krisis kemanusiaan yang berkepanjangan. Pertempuran antara kelompok Houthi yang didukung Iran dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, dengan dukungan Arab Saudi, meningkat pada Juli 2026. Konflik di wilayah utara Yaman memaksa ribuan keluarga meninggalkan rumah dan tinggal di kamp-kamp pengungsian yang semakin padat. Kondisi tersebut semakin membebani sumber daya setempat. Akses terhadap air minum, makanan, dan layanan kesehatan dasar sangat terbatas. Banyak keluarga bergantung pada pasokan air yang dikirim menggunakan truk serta tempat penampungan air komunal untuk memenuhi kebutuhan mereka. Krisis air ini menambah berat kehidupan para pengungsi di Yaman, salah satu negara termiskin di dunia yang telah lama menghadapi krisis kemanusiaan.
Perempuan pengungsi internal Yaman berjalan menuju tempat penampungan air untuk mengisi jeriken mereka di Distrik Abs, Provinsi Hajjah, Yaman, 10 Oktober 2026. (Essa Ahmed/AFP)
Seorang anak perempuan pengungsi internal Yaman tiba dengan menunggang keledai di tempat penampungan air untuk mengisi jeriken di Distrik Abs, Provinsi Hajjah, Yaman, 10 Oktober 2026. (Essa Ahmed/AFP)
Warga Yaman yang mengungsi mengantre di tempat penampungan air untuk mengisi jeriken di Distrik Abs, Provinsi Hajjah, Yaman, 10 Oktober 2026. Banyak pengungsi terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat konflik yang berlangsung di wilayah utara Yaman. (Essa Ahmed/AFP)
Warga Yaman yang mengungsi mengantre di tempat penampungan air untuk mengisi jeriken di Distrik Abs, Provinsi Hajjah, Yaman, 10 Oktober 2026. Banyak pengungsi terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat konflik yang berlangsung di wilayah utara Yaman. (Essa Ahmed/AFP)
Warga Yaman yang mengungsi mengantre di tempat penampungan air untuk mengisi jeriken di Distrik Abs, Provinsi Hajjah, Yaman, 10 Oktober 2026. Banyak pengungsi terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat konflik yang berlangsung di wilayah utara Yaman. (Essa Ahmed/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya