Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Ofisial Dianiaya Koper Dijarah

Terduga pelaku sudah dicokok ditangkap di Karawang

oleh Arief PramonoDiterbitkan 12 Oktober 2026, 11:56 WIB
Bus Persib U-18 Diserang di Batang (Foto: Arief/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Bus rombongan Persib Bandung Elite Pro Academy (EPA) U-18 diserang di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam. Tak hanya itu, seorang ofisial dilaporkan menjadi korban penganiayaan hingga mengalami luka lecet di bagian pipi dan kepala. Sejumlah koper diduga dijarah.

Polisi bergerak cepat dengan menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut di Karawang, Jawa Barat, Senin (12/10/2026). Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan dan melakukan pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat.

Polisi kini mendalami keterlibatan terduga pelaku dalam kasus penganiayaan dan perusakan bus rombongan Persib tersebut.

“Hasil pengejaran berhasil mengamankan satu orang yang diduga pelaku kejadian ini di daerah Karawang,” ujar Kapolres Warsono saat dikonfirmasi di Mapolres Batang pada Senin (12/10/2026).

Saat memberikan keterangan, Warsono menyebut tim yang dipimpin Kasatreskrim Polresta Batang masih dalam perjalanan membawa terduga pelaku ke Polres Batang untuk menjalani pemeriksaan.

 

Kronologi Penyerangan Bus Persib

Bus Persib U-18 Diserang di Batang (Foto: Arief/Liputan6.com)

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.27 WIB, ketika bus yang membawa pemain dan ofisial Persib U-18 singgah untuk beristirahat di Rest Area KM 360 Batang.

Seorang pria mendatangi bus dan menanyakan apakah kendaraan tersebut membawa rombongan Persib. Selanjutnya pria itu kemudian memanggil sejumlah rekannya.

Sekelompok orang selanjutnya diduga melakukan penyerangan dan perusakan terhadap bus. Akibat kejadian tersebut, bus mengalami kerusakan.

Seorang ofisial Persib U-18, Pandu Persada, yang menjadi Media Officer PT Persib Bandung Bermartabat juga dilaporkan mengalami luka lecet pada bagian pipi dan kepala. Pandu juga akan kembali ke Bandung, setelah menjalankan tugas peliputan.

Pandu bersama Ridwan, anggota tim Akademi Persib dilaporkan terpisah dari rombongan ketika berada di area toilet dan hendak kembali menuju bus.

Bus kemudian melanjutkan perjalanan lebih dahulu, sementara kedua korban tertinggal di lokasi. Pandu dilaporkan mengalami kekerasan fisik oleh sejumlah orang hingga akhirnya berlindung di sebuah tempat tambal ban di area rest area.

Sementara itu, Ridwan berhasil meninggalkan lokasi dengan menumpang mobil milik orang tua salah seorang pemain. Kenek bus rombongan EPA juga dilaporkan berada di kendaraan tersebut.

 

Polisi Selidiki Motif Pelaku

Bus Persib U-18 Diserang di Batang (Foto: Arief/Liputan6.com)

Perkembangan terbaru menyebutkan, Pandu telah berada di Polres Batang untuk menjalani visum dan membuat laporan polisi atas kejadian yang dialaminya.

“Sudah aman, sudah di Polres Batang, mau divisum terus bikin laporan,” ujar Pandu singkat kepada wartawan.

Setelah menerima laporan, polisi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP. Selain itu, meminta keterangan saksi, serta memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV.

Hasil penelusuran tersebut menjadi dasar pengejaran hingga polisi mengamankan seorang pria di Karawang.

Meski demikian, penyidik masih mendalami motif penyerangan, peran terduga pelaku, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Selain perusakan bus dan dugaan penganiayaan, sejumlah koper milik ofisial dan pemain Persib U-18 juga dilaporkan hilang.

Namun, dugaan penjarahan dan rincian kerugian tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari kepolisian maupun pihak Persib.

Warsono menegaskan, pihaknya akan memproses perkara tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami Polres Batang akan menindaklanjuti dengan proses hukum sesuai dengan ketentuan,” tegas Warsono.

Persib memandang serius insiden tersebut, karena menyangkut keselamatan personel yang sedang menjalankan tugas profesional. Seluruh pihak juga diimbau tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan yang berpotensi memperburuk situasi.

Hingga kini, polisi masih mendalami rangkaian kejadian dan motif penyerangan serta kemungkinan keterlibatan pelaku lain. Status hukum pria yang diamankan di Karawang juga ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya