Liputan6.com, Jakarta - Jakarta Barat menjadi wilayah dengan kejadian kebakaran terbanyak di DKI Jakarta sepanjang Januari hingga September 2026. Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mencatat 451 kejadian kebakaran di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, menyebut jumlah itu setara dengan 30,74 persen dari total 1.467 kejadian kebakaran di Jakarta selama sembilan bulan pertama 2026.
Advertisement
“Untuk sebaran wilayah, Jakarta Barat mencatat 451 kejadian kebakaran, Jakarta Timur 360 kejadian, Jakarta Selatan 294 kejadian, Jakarta Utara 209 kejadian, dan Jakarta Pusat 153 kejadian,” kata Bayu kepada Liputan6.com, Senin (12/10/2026).
Setelah Jakarta Barat, Jakarta Timur menempati urutan kedua dengan 360 kejadian atau 24,54 persen. Selanjutnya, Jakarta Selatan mencatat 294 kejadian (20,04 persen), Jakarta Utara 209 kejadian (14,25 persen), dan Jakarta Pusat 153 kejadian (10,43 persen).
Bayu menyebut jika digabungkan, Jakarta Barat dan Jakarta Timur menyumbang 811 kejadian kebakaran atau sekitar 55,28 persen dari total kasus di ibu kota sepanjang Januari-September 2026.
.
Bangunan Perumahan Paling Banyak Terbakar
Berdasarkan objek yang terbakar, bangunan perumahan menjadi kategori terbanyak dengan 412 kejadian atau 28,08 persen dari total kebakaran.
Lalu, bangunan umum dan perdagangan menempati urutan berikutnya dengan 265 kejadian (18,06 persen). Sementara itu, kebakaran yang melibatkan sampah tercatat sebanyak 240 kejadian (16,36 persen), disusul instalasi listrik luar gedung sebanyak 214 kejadian (14,59 persen).
Objek lainnya meliputi tumbuhan sebanyak 113 kejadian (7,70 persen), kendaraan 84 kejadian (5,73 persen), kategori lain-lain 65 kejadian (4,43 persen), lapak 46 kejadian (3,14 persen), serta bangunan industri 28 kejadian (1,91 persen).
“Objek yang paling banyak terbakar adalah bangunan perumahan sebanyak 412 kejadian. Selanjutnya, bangunan umum dan perdagangan 265 kejadian, sampah 240 kejadian, serta instalasi listrik luar gedung sebanyak 214 kejadian,” ujar Bayu.
176 Kebakaran Diatasi Masyarakat
Di sisi lain, Gulkarmat DKI Jakarta mencatat 176 kejadian kebakaran yang berhasil diatasi masyarakat selama periode Januari-September 2026.
Jakarta Barat kembali mencatat jumlah tertinggi, yakni 85 kejadian atau 48,30 persen dari seluruh kebakaran yang ditangani masyarakat.
Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat masing-masing mencatat 31 kejadian (17,61 persen). Sementara itu, Jakarta Timur mencatat 15 kejadian (8,52 persen) dan Jakarta Utara sebanyak 14 kejadian (7,95 persen).
“Sebanyak 176 kejadian kebakaran tercatat dapat diatasi masyarakat. Dari jumlah tersebut, 85 kejadian berada di Jakarta Barat, masing-masing 31 kejadian di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat, 15 kejadian di Jakarta Timur, serta 14 kejadian di Jakarta Utara,” ucap Bayu.