Jemaah Umrah Indonesia di Arab Saudi Diminta Hindari Lokasi Rawan, Ini Imbauan Kemenhaj

Calon jemaah umrah juga perlu memastikan status penerbangan dan jadwal keberangkatan melalui penyelenggara perjalanan sebelum berangkat ke bandara.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 12 Oktober 2026, 12:00 WIB
Jemaah melaksanakan tawaf di mataf Ka’bah, Masjidil Haram, Arab Saudi, Rabu, 17 Juni 2026. (dok. Media Center Haji)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha meminta WNI di Arab Saudi membatasi aktivitas yang tidak mendesak, terutama di kawasan yang terdampak perkembangan situasi keamanan.

"Kami mengimbau WNI di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas," katanya dalam rilis, Senin (12/10/2026).

Kemenhaj mengingatkan WNI agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan tidak menyebarkan kabar yang berpotensi menimbulkan keresahan. Masyarakat diminta memeriksa sumber informasi sebelum menjadikannya dasar untuk menentukan aktivitas atau mengambil keputusan perjalanan.

Bagi jemaah yang masih berada di Arab Saudi, Kemenhaj meminta mereka berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). Jemaah perlu memantau informasi perjalanan dan mengikuti petunjuk keselamatan dari otoritas setempat selama menjalankan ibadah.

PPIU juga diharapkan memastikan kondisi jemaah tetap terpantau, serta menyampaikan informasi penting secara berkala. Penyelenggara perjalanan perlu memberikan informasi yang jelas jika terdapat perubahan atau arahan yang memengaruhi kegiatan jemaah.

Imbauan berbeda juga ditujukan pada calon jemaah umrah yang belum berangkat ke Arab Saudi. Kemenhaj meminta mereka memantau perkembangan situasi dan menghubungi PPIU untuk memastikan jadwal keberangkatan, status penerbangan, serta kesiapan perjalanan.

 

Pantau Pengumuman Resmi

Ka'bah dilihat dari Viewing Deck Clock Tower Museum di Makkah, Arab Saudi. (Liputan6.com/Asnida Riani)

"Kami meminta jemaah yang belum berangkat untuk terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan dan memastikan informasi keberangkatan melalui sumber resmi. Ikuti arahan pemerintah dan jangan ragu meminta penjelasan kepada penyelenggara apabila ada perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan," kata Ichsan.

Kemenhaj turut meminta WNI memantau pengumuman dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah. Kementerian Luar Negeri juga menjadi sumber informasi resmi yang dapat diikuti masyarakat untuk memperoleh perkembangan terkait kondisi WNI di kawasan tersebut.

Kanal Global Liputan6.com melaporkan, Jumat, 9 Oktober 2026, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan belum menerima laporan mengenai WNI yang terdampak langsung akibat meningkatnya serangan rudal dan drone di sejumlah wilayah Arab Saudi.

 

Memantau Situasi

Jemaah haji Indonesia pulang melalui Bandara King Abdulaziz Jeddah. (Liputan6.com/ Dok. Media Center Haji)

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menyatakan, KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah terus memantau perkembangan situasi keamanan, serta berkomunikasi dengan komunitas WNI di wilayah kerja masing-masing untuk memastikan keselamatan mereka.

Berdasarkan informasi otoritas Arab Saudi, serangkaian serangan pada 6–7 Oktober 2026 menyasar sejumlah fasilitas strategis, termasuk Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan tiga warga negara asing dan menyebabkan 36 orang luka-luka.

Situasi keamanan kembali berkembang pada 8 dan 9 Oktober 2026 setelah muncul laporan serangan lanjutan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Serangan itu mengakibatkan kerusakan fasilitas penerbangan dan mengganggu sejumlah jadwal penerbangan.

 

Meningkatkan Kewaspadaan

Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, kembali menjadi sasaran serangan pada Minggu. Sebuah proyektil menghantam terminal penumpang, sehari setelah serangan rudal di terminal yang sama menewaskan sedikitnya 12 orang. (AP Photo)

Sementara itu, berdasarkan pemantauan KJRI Jeddah pada 6–8 Oktober 2026, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah masih relatif terkendali. Lebih dari 93 persen penerbangan tetap beroperasi.

Meski demikian, perkembangan situasi keamanan yang dinamis berpotensi memengaruhi operasional penerbangan di sejumlah wilayah Arab Saudi.

Di tengah situasi tersebut, KBRI Riyadh telah mengimbau seluruh WNI di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi yang berpotensi menjadi titik kerawanan, dan membatasi perjalanan yang tidak mendesak.

WNI juga diminta mematuhi arahan otoritas setempat serta terus memantau informasi resmi dari Pemerintah Arab Saudi maupun Perwakilan RI.

Heni menekankan, Kemlu bersama KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah-langkah pelindungan yang diperlukan untuk memastikan keselamatan WNI di Arab Saudi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya