Kebakaran di Jakarta Tembus 1.467 Kasus Sepanjang 2026

Korsleting listrik jadi pemicu Utama

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 12 Oktober 2026, 10:33 WIB
Kronologi Kebakaran di Kebayoran Lama, Api dari Kontrakan Menjalar ke Bangunan Belakang

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran DKI Jakarta tembus 1.467 kejadian sepanjang 1 Januari hingga 30 September 2026. Dugaan penyebab terbanyak adalah faktor listrik yang mencapai lebih dari separuh total kejadian.

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, mengatakan dugaan kebakaran akibat faktor listrik mencapai 741 kejadian atau 50,51 persen dari total kasus selama sembilan bulan pertama 2026.

“Berdasarkan data rekapitulasi kejadian kebakaran periode 1 Januari sampai dengan 30 September 2026, tercatat sebanyak 1.467 kejadian kebakaran di wilayah DKI Jakarta. Dugaan penyebab terbanyak adalah listrik, dengan 741 kejadian atau 50,51 persen,” kata Bayu Meghantara kepada Liputan6.com, Senin (12/10/2026).

Selain listrik, aktivitas membakar sampah menjadi dugaan penyebab terbanyak kedua, yakni 231 kejadian atau 15,75 persen. Berikutnya, faktor lain-lain sebanyak 126 kejadian (8,59 persen), gas 116 kejadian (7,91 persen), kelalaian manusia 102 kejadian (6,95 persen), dan rokok 81 kejadian (5,52 persen).

Gulkarmat juga mencatat 56 kejadian akibat penyalaan sendiri (3,82 persen) dan 14 kejadian akibat penyalaan kembali (0,95 persen).

“Dugaan penyebab kebakaran lainnya adalah membakar sampah sebanyak 231 kejadian, faktor lain-lain 126 kejadian, gas 116 kejadian, kelalaian manusia 102 kejadian, rokok 81 kejadian, penyalaan sendiri 56 kejadian, dan penyalaan kembali 14 kejadian,” jelas Bayu.

 

Meningkat Tajam Sejak Juni

Selain tingginya jumlah kasus, lanjut Bayu, tren kebakaran di wilayah ibu kota juga menunjukkan peningkatan sejak Juni 2026.

Gulkarmat mencatat total ada 141 kejadian kebakaran pada Juni 2026. Jumlahnya naik menjadi 217 kejadian pada Juli dan mencapai 250 kejadian pada Agustus, sekaligus menjadi angka tertinggi selama periode Januari-September 2026.

Pada September 2026, jumlah kebakaran sedikit menurun menjadi 241 kejadian. Meski demikian, angka tersebut masih jauh lebih tinggi dibandingkan Juni.

“Pada Juni tercatat 141 kejadian, kemudian meningkat menjadi 217 kejadian pada Juli dan 250 kejadian pada Agustus. Sementara itu, pada September tercatat 241 kejadian kebakaran,” ujar Bayu.

Bayu bilang berdasarkan angka tersebut, jumlah kebakaran pada September meningkat sekitar 70,9 persen dibandingkan Juni 2026.

Adapun dominasi dugaan penyebab listrik dan tingginya kejadian kebakaran dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian dalam upaya pencegahan. Pemeriksaan instalasi listrik serta penggunaan peralatan elektronik sesuai kapasitas menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya